DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Arak Bali menembus panggung internasional. Empat botol arak racikan dua bartender asal Bali, Gede Rico Hardiana Widnyana dan I Wayan Eka Darmawan, laku dilelang dengan total US$400 dalam sebuah acara amal flair show untuk penderita kanker di Circus Circus Hotel, Las Vegas, Amerika Serikat.

Setiap botol berukuran 750 mililiter, sehingga nilai lelangnya rata-rata US$100 per botol. Dengan kurs sekitar Rp18.040 per dolar AS, total nilai lelang setara Rp7,22 juta, atau sekitar Rp1,8 juta per botol.

Baca juga :  Pastikan Pergub 1/2020 Diimplementasikan Baik, BRIDA & Disperindag Bali Lakukan Monitoring di Buleleng

Seluruh hasil lelang disumbangkan untuk kegiatan amal.

Aksi bartender asal Bali, Gede Rico Hardiana Widnyana dan I Wayan Eka Darmawan, membuat 4 botol arak Bali laku dilelang dengan total US$400 dalam sebuah acara amal flair show untuk penderita kanker di Circus Circus Hotel, Las Vegas, Amerika Serikat. Foto:
Ist

Dibawa Lewat Atraksi Flair Bartending

Arak Bali diperkenalkan Rico dan Eka melalui flair bartending, yaitu seni meracik minuman yang dipadukan dengan atraksi dan keterampilan memainkan botol. Bagi Rico, panggung itu menjadi kesempatan membawa nama Bali sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada audiens internasional.

Baca juga :  Sebagai Minuman Lokal, Gubernur Bali Ingin Arak Menjadi Produk Unggulan Berdaya Saing

“Bagi kami, ini bukan sekadar memperkenalkan arak Bali ke luar negeri. Kami ingin menunjukkan bahwa produk lokal Bali memiliki potensi untuk mendapat perhatian di panggung internasional. Lebih dari itu, kami bangga karena hasil lelangnya dapat disumbangkan untuk kegiatan amal,” ujar Rico di Denpasar, Jumat (23/10/2026).

Aksi bartender asal Bali, Gede Rico Hardiana Widnyana dan I Wayan Eka Darmawan, membuat 4 botol arak Bali laku dilelang dengan total US$400 dalam sebuah acara amal flair show untuk penderita kanker di Circus Circus Hotel, Las Vegas, Amerika Serikat. Foto:
Ist

Menurut Rico, kegiatan internasional seperti ini dapat membuka peluang baru agar arak Bali dikenal lebih luas, apalagi jika disertai misi sosial.

Baca juga :  Muliakan Keberadaan Arak, Pemprov Bali Gencarkan Pembinaan dan Sosialisasi Pergub 1/2020

Arak telah lama menjadi bagian dari tradisi masyarakat Bali. Kini, lewat kreativitas para bartender muda, minuman tradisional itu mulai diperkenalkan ke panggung dunia tanpa melepaskan identitas lokalnya. Meski begitu, penerimaan pasar yang lebih luas tetap membutuhkan promosi dan pengembangan berkelanjutan.