DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Evaluasi pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi oleh pemerintah pusat berdampak pada nilai investasi sekaligus proses tender proyek tersebut.

Evaluasi yang mencakup perubahan trase pembangunan yang sebelumnya direncanakan sepenuhnya sebagai jalan tol dari Gilimanuk hingga Mengwi sedikit mengalami perubahan.

Dalam skema terbaru, trase Gilimanuk-Pekutatan akan memanfaatkan jalan nasional yang sudah ada dan direncanakan akan diperlebar. Sedangkan pembangunan jalan tol akan dimulai pada ruas Pekutatan-Mengwi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (Purkim) Nusakti Yasa Wedha. Nursakti mengatakan evaluasi terhadap skema baru tersebut saat ini masih dilakukan pemerintah pusat.

“Ini sedang dilakukan evaluasi oleh pusat, terkait dengan penyiapan evaluasi terhadap FS,” ujarnya saat ditemui usai Upacara Kemerdekaan RI, di Renon, Denpasar, Senin (17/8/2026).

Dalam skema yang tengah dievaluasi katanya, pembangunan jalan tol tidak lagi mencakup seluruh trase Gilimanuk hingga Mengwi seperti direncanakan pada awal proyek tersebut.

Ia mengatakan ruas Gilimanuk-Pekutatan, khususnya di wilayah Jembrana, rencananya akan menggunakan jalan nasional yang sudah ada.

Ia menambahkan, jalan tersebut nantinya akan diperlebar untuk mendukung konektivitas dari Gilimanuk menuju Pekutatan.

Sementara itu, pembangunan jalan tol akan dimulai pada ruas Pekutatan Mengwi.

“Bukan rutenya yang berubah, tetapi akan ada perubahan skema. Tadinya sepenuhnya dari Gilimanuk sampai Sembung atau Mengwi itu menggunakan jalan tol. Sebagian dari Gilimanuk, khususnya sampai Pekutatan, akan memanfaatkan jalan existing yang ada dan diperlebar,” katanya.

Lebih lanjut, Nursakti mengatakan perubahan skema tersebut juga akan berpengaruh terhadap nilai investasi dari proyek tol Gilimanuk-Mengwi. Nursakti belum merinci berapa pengurangan nilai investasi akibat perubahan tersebut.

Adapun sebelumnya, proyek tol ini membutuhkan nilai investasi sebesar Rp12,7 triliunn.

“Berubah. Yang namanya nilainya kan, yang akan diinvestasi dari Pekutatan ke Mengwi. Sedangkan yang lainnya kan nasional karena berada di ruas jalan nasional,” katanya.

Reporter: Agus Pebriana