Road Barrier Living World Tetap Dipasang, Pemkot Denpasar Fokus Cegah Kemacetan
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar bersama Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) sepakat mempertahankan pemasangan road barrier di kawasan Living World, Jalan Gatot Subroto Timur (Gatsu Timur), sebagai bagian dari upaya mencegah kemacetan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Kesepakatan tersebut dibahas dalam rapat teknis evaluasi manajemen rekayasa lalu lintas yang digelar Dinas Perhubungan Kota Denpasar bersama Tim Forum LLAJ di kantor setempat, Jumat (14/8/2026).
Rapat tersebut dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar I Ketut Sriawan, unsur Ditlantas Polda Bali, Satlantas Polresta Denpasar, BPTD Bali Kementerian Perhubungan, BPJN, serta unsur desa dan kelurahan.
Evaluasi dilakukan menyusul penerapan rekayasa lalu lintas di kawasan Living World. Salah satu hasil pembahasan yakni road barrier tetap dipasang karena dinilai dapat membantu mencegah kemacetan di sekitar kawasan tersebut.
“Pemasangan road barrier ini sendiri harus juga diimbangi dengan kedisiplinan para pengguna jalan, termasuk juga semakin fokus dan sigap dalam membaca marka-marka di jalan,” ujar Ketut Sriawan.
Selain mempertahankan road barrier, rapat juga mendorong adanya perbaikan dan penambahan fasilitas pembatas jalan serta perlengkapan rambu lainnya. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Penerangan Jalan Turut Diperkuat
Dalam evaluasi tersebut, Pemkot Denpasar juga berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) terkait peningkatan penerangan di ruas jalan sekitar kawasan tersebut.
Ketut Sriawan mengatakan koordinasi dilakukan untuk mengganti lampu tenaga surya dengan lampu LED agar kondisi ruas jalan menjadi lebih terang.
“Pemerintah Kota Denpasar tadi sudah berkoordinasi juga dengan BPJN untuk penggantian lampu tenaga Surya ke LED agar kondisi ruas jalan semakin terang,” ungkapnya.
Menurutnya, penguatan fasilitas jalan perlu berjalan beriringan dengan rekayasa lalu lintas yang diterapkan. Selain membantu mengatur arus kendaraan, kelengkapan rambu dan penerangan jalan juga menjadi bagian penting dalam mendukung keselamatan pengguna jalan.
Melalui Forum LLAJ, Pemkot Denpasar juga akan terus mengoordinasikan instansi terkait agar dapat bergerak bersama dalam mewujudkan keselamatan transportasi jalan.
“Dengan landasan Tri Hita Karana dan spirit Vasudhaiva Kutumbhakam, Pemkot Denpasar tentunya akan memastikan koordinasi antarinstansi dapat berjalan optimal, untuk mewujudkan keselamatan transportasi,” tutup Ketut Sriawan.
Evaluasi dan koordinasi lintas instansi tersebut diharapkan dapat memastikan penerapan manajemen rekayasa lalu lintas di kawasan Living World berjalan efektif, sekaligus memberikan pelayanan lalu lintas yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan