Satu-satunya di Asia, Bali Diundang ke Forum Iklim Dunia Bareng Sekjen PBB
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR — Bali menjadi satu-satunya daerah di Asia yang diundang dalam forum iklim internasional London Climate Action Week 2026, yang berlangsung pada 22-24 Juni 2026. Forum tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, 26 kepala daerah dari Eropa, Amerika, Afrika, dan Asia, serta sejumlah pimpinan lembaga internasional.
Hal itu disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat sidang paripurna DPRD Provinsi Bali dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, Jumat (14/8/2026).
“Kepala daerah satu-satunya yang diundang di Asia adalah Bali,” kata Koster.
Menurut Koster, undangan tersebut merupakan bentuk pengakuan internasional atas kebijakan progresif Bali dalam pengurangan emisi karbon. Ia menyebut forum tersebut menilai kebijakan Bali dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mendorong pembangunan yang lebih ramah lingkungan.
“Ini artinya kebijakan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang bersumber dari kearifan lokal sat kerthi, dinilai memiliki komitmen yang sangat kuat dalam upaya untuk menjaga lingkungan,” ujarnya.
Pengakuan internasional ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Bali mencapai net zero emission (NZE) pada 2045, atau 15 tahun lebih cepat dari target nasional pada 2060. Koster mengatakan target tersebut diimplementasikan melalui sejumlah program, di antaranya pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, energi bersih, kendaraan listrik, sistem pertanian organik, serta perlindungan danau, mata air, sungai, dan laut.
Ia menyebut Bali menetapkan target 2045 karena pencemaran udara di Bali sebagian besar disumbang oleh kendaraan berbasis bahan bakar fosil dan pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Kebijakan tersebut, kata dia, telah direspons melalui Peraturan Gubernur Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai serta Program Bali Mandiri dengan Energi Bersih.
“Target pencapaian net zero emission tahun 2045, 15 tahun lebih cepat dari target nasional yaitu tahun 2060,” kata Koster.
Koster berharap kebijakan ramah lingkungan ini terus didorong agar semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi, sehingga target NZE dapat tercapai lebih cepat.

Tinggalkan Balasan