Koster Pastikan Banyak Hotel dan Villa Dijual Bukan Akibat Lesunya Pariwisata
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster memastikan maraknya penjualan hotel dan villa di Bali bukan disebabkan lesunya industri pariwisata. Menurut dia, kondisi bisnis pariwisata Bali masih sehat, ditandai dengan arus kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik yang relatif stabil.
Koster mengatakan saat ini dirinya telah menugaskan Dinas Pariwisata Bali berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Badung untuk mendata hotel dan villa yang diduga akan dijual.
Menurut Koster, penjualan sejumlah akomodasi pariwisata tersebut merupakan bagian dari dinamika bisnis perusahaan. Ia mengatakan, pengusaha hotel di Bali umumnya tidak hanya memiliki usaha di Bali, tetapi juga entitas bisnis di luar Bali.
Koster menduga, sebagian entitas bisnis di luar Bali tersebut mengalami masalah keuangan sehingga biaya operasionalnya ditopang dari keuntungan usaha di Bali.
“Karena tidak sanggup (menopang) akhirnya dijual,” terangnya saat ditemui di Kantor DPRD Bali, Senin (21/9/2026).
Koster membantah, bahwa penjualan akomodasi pariwisata tersebut berkaitan dengan industri pariwisata Bali sedang mengalami penurunan. Pasalnya kata Koster, pariwisata Bali dalam kondisi normal.
Ia mengatakan kunjungan wisatawan mancanegara berada pada kisaran 20 ribu hingga 24 ribu orang per hari. Sementara wisatawan domestik mencapai sekitar 12 ribu hingga 14 ribu orang per hari.
“Ini tidak ada kaitannya dengan menurunnya pariwisata. Pariwisata kita normal, wisatawan mancanegara hariannya 20-24 ribu per hari, sehingga stabil. Domestik 12-14 ribu,” ujarnya.
Koster menilai kondisi tersebut menunjukkan bisnis pariwisata Bali masih sehat. “Orang hotelnya penuh terus,” kata Koster.
Sebelumnya, dilaporkan ratusan hotel dan vila di Bali terpantau masuk dalam pasar jual-beli properti.
Berdasarkan pemantauan terhadap platform jual-beli properti online OLX dengan kata kunci hotel di Bali, terdapat 524 iklan properti. Dari jumlah tersebut, 244 iklan disebut merupakan hotel dan vila yang ditawarkan untuk dijual.
Properti yang ditawarkan tersebar di sejumlah kawasan pariwisata Bali, antara lain Kuta, Seminyak, Canggu, Ubud, Nusa Dua, Pecatu, Sanur hingga Denpasar Selatan.
Nilai properti yang masuk dalam etalase penjualan juga beragam, mulai dari ratusan juta rupiah hingga ratusan miliar rupiah.
Salah satu penawaran berada di kawasan Nusa Dua, Kabupaten Badung. Sebuah hotel bintang lima ditawarkan dengan harga Rp500 miliar.
Dalam iklan yang disebut dipasang pada 28 Agustus, hotel tersebut ditawarkan dengan keterangan “5 stars hotel Nusa Dua Bali for sale”. Properti yang berada di Jalan Raya Nusa Dua Selatan, Sawangan, itu disebut memiliki 176 kamar, terdiri dari 24 kamar suite dan 152 kamar standar.
Hotel tersebut juga dilengkapi ballroom, enam ruang pertemuan, kafe, restoran, pusat bisnis, dua board room, spa dan wellness, lounge bar, sport bar, wedding chapel, serta kolam renang.
Iklan mencantumkan luas lahan 22.291 meter persegi dan luas bangunan 11.900 meter persegi. Terdapat pula lahan kosong untuk area parkir sekitar 9.815 meter persegi.
Selain di Nusa Dua, sebuah resort di kawasan Pecatu, Uluwatu, juga disebut ditawarkan dengan harga Rp535 miliar. Properti tersebut disebut memiliki kapasitas sekitar 200 kamar dan beroperasi dengan brand Swiss-Bel Resort.
Sementara di Ubud, sebuah hotel bintang tiga dengan 19 kamar ditawarkan sekitar Rp38 miliar. Dalam keterangannya, hotel tersebut disebut masih beroperasi dan berjarak sekitar 1,5 kilometer dari pusat Ubud.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan