AKARTA DIKSIMERDEKA.COM– Pemerintah bakal membuka kartu soal arah kebijakan anggaran 2027. Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 beserta Nota Keuangan akan disampaikan Presiden RI dalam rapat paripurna DPR, Jumat (14/8/2026).

Bagi DPR, momen ini bukan sekadar agenda tahunan yang selesai setelah pidato Presiden. Program-program prioritas pemerintah akan dicermati sebelum masuk ke pembahasan RAPBN sesuai mekanisme yang berlaku.

Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan penyampaian RAPBN 2027 menjadi bagian penting dari rangkaian agenda kenegaraan pada Jumat mendatang.

“Tentu saja kita berharap pada penyampaian RAPBN Tahun Anggaran 2027 nanti kita akan mendengar bagaimana pemerintah kemudian menyampaikan program-program prioritasnya,” kata Puan saat konferensi pers di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Baca juga :  Kariyasa Adnyana: RUU Provinsi Bali Ditargetkan Sah Tahun Ini

Jangan Cuma Jadi Daftar Program

Puan menegaskan RAPBN bukan sekadar rutinitas tahunan. Dokumen tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyusunan kebijakan anggaran negara.

Program dan kebijakan yang disampaikan pemerintah akan menjadi bahan pembahasan lebih lanjut antara pemerintah dan DPR RI sesuai mekanisme pembahasan APBN.

Pesannya cukup terang: program yang masuk RAPBN 2027 diharapkan bukan sekadar terlihat bagus di atas kertas, tetapi benar-benar punya manfaat bagi masyarakat dan mendukung pembangunan nasional.

“Dan tentu saja nanti akan bisa bermanfaat bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu hal yang bakal diuji dalam pembahasan RAPBN. Sebab, setelah program prioritas pemerintah diumumkan, DPR akan melihat substansinya sebelum pembahasan anggaran berlanjut.

Presiden Sampaikan RAPBN 2027

Dalam rapat paripurna nanti, Presiden RI akan menyampaikan pengantar atau keterangan pemerintah terhadap RUU tentang RAPBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan.

Baca juga :  Isu “Untung Rp1,8 Miliar” Dibantah! BGN Tegas: MBG Bukan Ladang Cuan, Tapi Layanan Publik

Agenda tersebut merupakan rangkaian lanjutan setelah Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI yang berlangsung pada pagi hari.

Rangkaian Sidang Tahunan dan Sidang Bersama dijadwalkan dimulai pukul 08.30 WIB dan berakhir sekitar pukul 11.00 WIB.

Setelah jeda pelaksanaan salat Jumat, agenda kenegaraan dilanjutkan dengan penyampaian RAPBN 2027 pada pukul 14.30 WIB.

Puan menilai rangkaian agenda tersebut penting karena pemerintah akan menyampaikan arah kebijakan dan prioritas pembangunan yang akan menjadi dasar pengelolaan keuangan negara pada 2027.

DPR Siap Cermati Isi Anggaran

Setelah pemerintah menyampaikan RAPBN, bola kemudian bergulir ke DPR. Substansi yang disampaikan pemerintah akan menjadi bahan pembahasan sebelum RAPBN masuk ke tahapan berikutnya.

Baca juga :  Puan Datangi DPC PDIP Sragen, Kader Banteng Teriakkan “Mbak Puan Presiden!”

Karena itu, DPR RI akan mencermati isi dan substansi RAPBN sesuai mekanisme yang berlaku.

Puan berharap pembahasan antara pemerintah dan DPR nantinya dapat menghasilkan kebijakan anggaran yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

“Karenanya memang di dalam tahun ini, insyaallah, sangat penting dan kita berharap bahwa semuanya akan bisa berjalan dengan baik dan lancar,” tuturnya.

Dengan demikian, penyampaian RAPBN 2027 bukan hanya menjadi bagian dari agenda kenegaraan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Agenda tersebut juga menjadi awal pertarungan gagasan soal ke mana uang negara diarahkan pada 2027. Pemerintah membawa program prioritasnya, sementara DPR akan mencermati dan membahasnya sebelum kebijakan anggaran tersebut ditetapkan.