Sekda Dewa Indra Soroti Masa Depan Desa Wisata Bali dalam Ujian Doktor Trisno Nugroho
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menghadiri sidang khusus Ujian Terbuka Fakultas Pariwisata Universitas Udayana dalam rangka promosi doktor Trisno Nugroho di Gedung Aula Pascasarjana Universitas Udayana, Denpasar, Selasa (11/8/2026).
Dalam sidang tersebut, Dewa Made Indra turut mengajukan pertanyaan terkait pengembangan desa wisata di Bali. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, yang dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya.
Dewa Made Indra mempertanyakan gagasan dan rekomendasi yang dapat disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Bali, khususnya dalam penyusunan kebijakan terkait pengembangan desa wisata. Menurutnya, pemerintah memiliki kewenangan penting dalam memastikan pengelolaan desa wisata berjalan sesuai arah pembangunan Bali.
“Pesan apa yang ingin disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Bali, karena Pemprov Bali memiliki kewenangan untuk membuat kebijakan terkait desa wisata ini?” tanya Dewa Made Indra.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Trisno Nugroho menekankan pentingnya penerapan konsep sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan dalam pengembangan desa wisata di Bali. Menurutnya, perkembangan pariwisata harus tetap menjaga nilai-nilai positif kebudayaan agar tidak tergerus oleh aktivitas pariwisata.
Ia menjelaskan, pariwisata dapat berkembang sebagai industri, sementara desa wisata memiliki tekanan yang lebih besar pada aspek ekonomi masyarakat. Jumlah kunjungan wisatawan, misalnya, dapat diketahui melalui tiket masuk yang kemudian berpotensi menjadi sumber anggaran untuk mendukung pembangunan jalan dan sarana prasarana.
“Dengan begitu, menjadikan satu destinasi menjadi lebih baik, termasuk sampah yang terkelola, rumput lebih hijau dan masyarakat yang lebih sejahtera adalah hal yang dapat dijadikan motivasi untuk mewujudkan desa budaya akan lebih tumbuh, dengan pariwisatanya sebagai bonus,” ungkap Trisno Nugroho.
Menurut Trisno, pengembangan desa wisata perlu diarahkan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga karakter budaya yang menjadi kekuatan utama Bali. Dengan pendekatan tersebut, pariwisata diharapkan tidak menggeser budaya lokal, melainkan menjadi pendukung tumbuhnya desa budaya secara berkelanjutan.
Gagasan tersebut menjadi bagian dari disertasi Trisno Nugroho yang mengangkat tema “Model Pengembangan Pariwisata Regeneratif di Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali.” Kajian tersebut menempatkan Desa Wisata Penglipuran sebagai objek dalam melihat model pengembangan pariwisata yang tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan, budaya, dan kesejahteraan masyarakat.
Promosi doktor tersebut sekaligus menambah jumlah doktor yang dimiliki Universitas Udayana. Trisno Nugroho tercatat sebagai doktor ke-157 Universitas Udayana.

Tinggalkan Balasan