DENPASAR, DIKSIMERDEKA.COM – Upaya penyelamatan penumpang dan awak KMP Putri Yasmin yang terbakar di Selat Lombok terus dikebut. Basarnas Bali mengerahkan helikopter SGi Air Bali untuk memperluas pencarian dari udara.

KMP Putri Yasmin terbakar saat berlayar dari Pelabuhan Padang Bai menuju Pelabuhan Lembar, Rabu (12/8/2026) dini hari.

Kepala Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya mengatakan helikopter SGi Air Bali mulai terbang menuju lokasi pencarian pada pukul 09.50 WITA.

Helikopter SGi Air Bali lepas landas pada pukul 09.50 waktu setempat menuju area pencarian,” kata Sidakarya di Denpasar, Rabu.

Helikopter dikerahkan setelah dilakukan koordinasi antara kantor pencarian dan pertolongan Mataram dan Denpasar. Dari udara, tim diharapkan bisa memiliki jangkauan pandangan yang lebih luas untuk menemukan penumpang maupun awak kapal yang masih membutuhkan pertolongan.

Baca juga :  KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, 131 Orang Tercatat di Kapal

Namun, helikopter tidak menjadi alat utama untuk mengevakuasi korban.

“Ini terutama untuk pencarian dari udara karena helikopter menawarkan pandangan yang lebih luas. Evakuasi tetap akan ditangani oleh kapal-kapal terdekat,” jelas Sidakarya dilansir dari Antara.

KN SAR Arjuna Ikut Dikerahkan

Selain helikopter, Basarnas Bali juga mengerahkan KN SAR Arjuna untuk membantu proses evakuasi.

Kapal tersebut membawa 21 personel Basarnas Bali yang berangkat dari Pelabuhan Benoa pada pukul 08.00 WITA.

Kepala Basarnas Bali kemudian menyusul bersama pejabat operasi, petugas hubungan masyarakat serta lima personel penyelamat dari Pos SAR Karangasem melalui Padang Bai.

Sementara itu, Basarnas Mataram juga menggelar operasi pencarian dan pertolongan secara intensif di lokasi kebakaran.

Laporan mengenai kebakaran KMP Putri Yasmin diterima pada pukul 04.15 WITA. Saat itu kapal tengah berlayar dari Pelabuhan Padang Bai menuju Pelabuhan Lembar.

Baca juga :  Pergi Melaut, Warga Nusa Penida Hilang di Selat Lombok

Basarnas Mataram menerima laporan darurat sekitar pukul 04.39 WITA dan langsung mengerahkan personel untuk membantu proses evakuasi.

Kepala Basarnas Mataram Muhamad Hariyadi mengatakan keselamatan seluruh penumpang dan awak kapal menjadi prioritas utama.

“Kami mengerahkan KN 220 Mataram, perahu karet dan perahu dengan daya apung kaku untuk mengevakuasi orang dan berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian,” kata Hariyadi.

Banyak Unsur Dilibatkan

Operasi penyelamatan melibatkan berbagai unsur. Bukan cuma Basarnas Bali dan Mataram, tetapi juga KMP PortLink II, KAL Lembar, TNI AL, Polres Lombok Barat, polisi perairan, otoritas Pelabuhan Lembar, kapal yacht, SGi Air Bali serta masyarakat setempat.

Baca juga :  UPDATE: KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Sumenep, Evakuasi Hampir Rampung, 40 Penumpang Sempat Bertahan di Kapal

Semua unsur tersebut bergerak untuk mencari dan mengevakuasi penumpang serta awak KMP Putri Yasmin.

Tim SAR gabungan masih bertahan di lokasi untuk melanjutkan proses evakuasi.

Sebelumnya, berdasarkan data manifes yang disampaikan KSOP Padangbai, KMP Putri Yasmin membawa 114 penumpang dan 17 awak kapal, atau total 131 orang yang tercatat dalam dokumen pelayaran.

Sebanyak 33 penumpang sebelumnya telah dievakuasi menggunakan KMP PortLink II menuju Pelabuhan Padangbai.

Sementara sejumlah kapal lain yang berada di sekitar lokasi juga turut membantu membawa penumpang menuju pelabuhan terdekat.

Hingga operasi masih berlangsung, prioritas tim gabungan adalah memastikan seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat. Penyebab kebakaran akan ditelusuri lebih lanjut setelah proses penyelamatan selesai.