Farmasi Unmas Denpasar Ajak Siswa SD Saraswati 1 Jadi “Detektif Gizi”
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar mengajak siswa kelas VI SD Saraswati 1 Denpasar menjadi “Detektif Gizi” melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Jumat (7/8/2026).
Mengangkat tema “Detektif Gizi: Menyingkap Rahasia Real Food dan Memilih Cerdas Makanan Kemasan”, kegiatan tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan literasi gizi dan pemahaman mengenai keamanan pangan sejak usia sekolah.
Kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Para siswa dibekali pengetahuan mengenai pentingnya pola makan sehat sekaligus kemampuan memilih makanan yang aman dan bergizi.
Edukasi diberikan secara interaktif oleh dosen bersama mahasiswa melalui penyampaian materi, permainan edukatif, diskusi, dan kuis. Metode tersebut membuat proses pembelajaran berlangsung menyenangkan sekaligus mudah dipahami oleh para siswa.

Pada sesi pertama, siswa dikenalkan dengan konsep gizi seimbang serta pentingnya mengonsumsi real food, yakni makanan alami yang tidak atau hanya sedikit mengalami proses pengolahan, seperti buah-buahan, sayuran, ikan, telur, daging, dan biji-bijian.
Tim edukator menjelaskan bahwa konsumsi real food secara rutin dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan, serta membantu meningkatkan konsentrasi belajar di sekolah.
Selanjutnya, siswa diajak membedakan real food dengan makanan ultra-olahan yang umumnya mengandung gula, garam, dan lemak dalam jumlah tinggi. Melalui berbagai contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, siswa belajar memahami bahwa memilih makanan secara tepat merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan.
Tidak hanya soal jenis makanan, peserta juga dibekali keterampilan dasar membaca label pangan pada makanan kemasan. Dosen dan mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pentingnya memeriksa nomor izin edar BPOM, tanggal kedaluwarsa, komposisi bahan, serta informasi nilai gizi sebelum membeli suatu produk.
Siswa juga dikenalkan dengan ciri-ciri kemasan pangan yang perlu diwaspadai, seperti kemasan rusak, menggembung, penyok, tidak memiliki izin edar, atau produk yang telah melewati masa kedaluwarsa.

Suasana kegiatan semakin semarak saat para siswa mengikuti kuis “Detektif Gizi”. Dalam kuis tersebut, siswa diajak mengidentifikasi makanan sehat serta memilih produk kemasan yang lebih aman berdasarkan informasi yang tercantum pada label.
Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka menjawab pertanyaan, berdiskusi, hingga berbagi pengalaman mengenai kebiasaan jajan di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan tersebut, PSPPA Fakultas Farmasi Unmas Denpasar berharap dapat menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini sekaligus meningkatkan kesadaran anak-anak agar menjadi konsumen yang cerdas dalam memilih makanan.
Edukasi sejak usia sekolah diharapkan mampu membentuk generasi yang lebih sehat, kritis, serta memiliki pemahaman yang baik mengenai pentingnya gizi seimbang dan keamanan pangan.
PSPPA Fakultas Farmasi Unmas Denpasar juga berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan dan kesehatan.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan masyarakat sejak usia dini.

Tinggalkan Balasan