Wamendag Roro Sebut 64,5 Persen Pelaku UMKM Dikelola Perempuan
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI Dyah Roro Esti Widya Putri mengungkapkan sebanyak 64,5 persen pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia dikelola oleh perempuan.
Data tersebut menunjukkan besarnya peran perempuan dalam menopang perekonomian nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.
Hal itu disampaikan Wamendag saat menjadi pembicara dalam talk show bertajuk Perempuan Bali Berdaya: Merajut Budaya dalam Membangun Usaha yang digelar HPMI Bali di Icon Bali Mall, Sanur, Kamis (6/8/2026).
Acara tersebut juga menghadirkan Ketua Dekranasda Bali Putri Suastini Koster sebagai narasumber.
Roro mengatakan perempuan Indonesia telah lama menjadi penggerak sektor UMKM. Menurutnya, jutaan perempuan dari Sabang hingga Merauke berhasil mengembangkan usaha sekaligus memperkuat perekonomian keluarga, daerah, hingga nasional.
“Sebanyak 64,5 persen UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan. Mereka telah membawa UMKM berkembang dengan baik, menopang ekonomi daerah, sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu saya mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk menjadi womenpreneur dan tidak takut gagal,” ujarnya.
Ia menegaskan pemerintah akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas perempuan pelaku usaha. Menurutnya, perempuan tidak hanya memiliki peran penting dalam keluarga, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi melalui kewirausahaan.
Roro juga memastikan Kementerian Perdagangan akan membantu pelaku UMKM perempuan yang ingin memperluas pasar hingga ke tingkat internasional. Dukungan tersebut dilakukan dengan menghubungkan produk-produk UMKM ke jaringan perdagangan Indonesia di berbagai negara.
“Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan akan menghubungkan produk-produk UMKM yang dikelola perempuan ke pasar internasional melalui Indonesia Trade Center maupun atase perdagangan Indonesia. Kami memiliki jaringan perdagangan di 33 negara yang siap membantu promosi produk Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Bali Putri Suastini Koster mengatakan perempuan Bali memiliki peran strategis sebagai penjaga budaya, adat, dan agama, sekaligus menjadi penopang ekonomi keluarga.
Menurut Putri Koster, perempuan Bali menjalankan peran yang sangat kompleks, mulai dari mengurus keluarga, bekerja, hingga mempersiapkan berbagai kebutuhan upacara adat dan keagamaan.
“Perempuan Bali adalah garda terdepan dalam menjaga budaya dan agama. Tanpa perempuan, adat dan budaya Bali tidak akan bisa berjalan sebagaimana mestinya. Karena itu perempuan harus terus belajar, berkarya, dan memperkuat perekonomian keluarga tanpa meninggalkan akar budaya,” ujarnya.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan