DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali memastikan informasi yang beredar di media sosial mengenai adanya program undian berhadiah Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali dengan total hadiah Rp2 miliar adalah hoaks. Video yang mencatut Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, dipastikan merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Dalam video yang beredar di Facebook tersebut, sosok Ny. Putri Suastini Koster seolah-olah mengajak masyarakat mengikuti program undian berhadiah HUT RI ke-81 dengan total hadiah mencapai Rp2 miliar. Masyarakat juga diarahkan untuk melakukan pendaftaran secara gratis melalui tautan yang disertakan dalam unggahan tersebut.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, Ida Bagus Surja Manuaba, menegaskan bahwa informasi yang disampaikan dalam video tersebut tidak benar. Ia memastikan Pemerintah Provinsi Bali maupun BPD Bali tidak pernah menyelenggarakan ataupun mengumumkan program undian sebagaimana diklaim dalam video yang beredar.

“Setelah kami lakukan analisis, video tersebut merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang dibuat oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Informasi yang disampaikan dalam video tersebut tidak benar,” ujar Surja Manuaba di Denpasar, Minggu (2/8).

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Masyarakat juga diminta untuk tidak mengklik tautan yang disertakan dalam unggahan tersebut karena berpotensi dimanfaatkan sebagai modus penipuan maupun pencurian data pribadi.

Menurut Surja Manuaba, masyarakat perlu selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima, terutama yang mengatasnamakan pejabat pemerintah atau instansi resmi. Verifikasi dapat dilakukan melalui kanal komunikasi resmi Pemerintah Provinsi Bali maupun BPD Bali agar terhindar dari informasi palsu.

“Kehati-hatian masyarakat dalam menyaring informasi menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran hoaks sekaligus melindungi diri dari berbagai bentuk penipuan digital,” katanya.

Pemerintah Provinsi Bali juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan konten serupa yang mengatasnamakan pejabat Pemerintah Provinsi Bali atau instansi pemerintah untuk menawarkan hadiah, investasi, maupun bentuk promosi lain yang mencurigakan.

Pemprov Bali berharap masyarakat semakin bijak dalam menggunakan media sosial dengan tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar tanpa sumber yang jelas. Kesadaran untuk selalu memeriksa kebenaran informasi dinilai menjadi kunci dalam mencegah penyebaran hoaks serta melindungi masyarakat dari berbagai kejahatan digital yang memanfaatkan teknologi AI.