DIKSIMERDEKA.COM, BADUNG – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Upacara Pitra Yadnya (Pranawa) Atma Wedana, Ngaben, dan Nyekah Massal yang diselenggarakan Desa Adat Bualu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Minggu (2/8). Kehadiran Gubernur Bali menjadi wujud dukungan Pemerintah Provinsi Bali terhadap pelestarian adat, tradisi, agama, dan budaya melalui penguatan peran desa adat sebagai pilar kehidupan masyarakat Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster secara simbolis melaksanakan prosesi ngayeg tirta yang diiringi para pemangku sebagai bagian dari rangkaian upacara penyempurnaan atma leluhur. Di hadapan krama adat dan peserta upacara, ia menilai pelaksanaan Atma Wedana secara massal merupakan solusi yang efektif karena mampu meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menjalankan yadnya.

“Atma Wedana ini solusi yang sangat baik. Bersamaan dilakukan untuk 18 sawa. Bagus sekali dan harus terus dikembangkan sebagai bentuk gotong royong agar pelaksanaan upacara tidak menjadi beban personal bagi masyarakat,” ujar Koster.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Bali akan terus hadir mendukung desa adat sebagai benteng pelestarian budaya sekaligus penguatan kehidupan sosial dan spiritual masyarakat Bali. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan, salah satunya pemberian hibah aset pemerintah kepada desa adat yang dinilai mampu mengelolanya secara produktif.

Baca juga :  Koster Jajaki Kerja Sama Internasional untuk Percepat Transformasi Hijau Bali

“Saat Bendesa dan panitia beraudiensi kepada saya, saya langsung setuju membantu. Seperti saat pembangunan TPS3R maupun hibah tanah milik Pemprov. Kalau ada lahan pemerintah yang tidak produktif dan lebih bermanfaat dikelola desa adat, saya berikan kepada desa adat agar lebih produktif. Kita ngayah bersama desa adat,” katanya.

Koster menegaskan bahwa aset yang dihibahkan harus dikelola secara profesional dengan tetap berpedoman pada aturan adat atau pararem, sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjamin keberlanjutan pengelolaannya.

Ia juga mencontohkan keberhasilan pembenahan tata kelola aset pemerintah di kawasan pariwisata. Menurutnya, nilai kerja sama pengelolaan lahan di kawasan ITDC meningkat signifikan dari sekitar Rp7 miliar menjadi Rp57 miliar per tahun setelah dilakukan pembenahan.

Baca juga :  Lindungi Inovasi Pelaku Usaha, Koster Perkuat Akses HKI bagi UMKM dan IKM Bali

“Pengelolaan seperti ini akan terus ditingkatkan agar memberikan manfaat maksimal bagi pemerintah maupun masyarakat. Desa adat juga silakan mengajukan hibah atas nama desa adat dengan aturan yang jelas sehingga aset bisa menghasilkan dan dirawat dengan baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Koster menegaskan bahwa desa adat tidak hanya memiliki tanggung jawab pada aspek sekala, tetapi juga niskala. Karena itu, desa adat harus terus diperkuat agar mampu menghadapi perkembangan zaman, terlebih bagi Desa Adat Bualu yang berada di kawasan strategis pariwisata Nusa Dua.

“Desa adat harus kuat. Apalagi Desa Bualu berada di kawasan komersial dan pariwisata. Gotong royong antara desa adat, pemerintah kabupaten dan Pemerintah Provinsi harus terus dijaga. Saya yakin dengan menjaga desa adat, leluhur akan memberikan jalan yang baik bagi Bali ke depan,” tegasnya.

Upacara Atma Wedana tahun 2026 di Desa Adat Bualu dipuput oleh Ida Pedanda Putra Telaga. Rangkaian Pitra Yadnya ini bertujuan menyucikan sekaligus menyempurnakan atma para leluhur sebagai wujud sradha dan bhakti umat Hindu.

Baca juga :  Kepemimpinan Bali dalam Pembangunan Ramah Lingkungan Raih Pengakuan Dunia, Koster Diundang ke Forum Iklim Global

Ketua Panitia atau Prawartaka Karya, Ketut Nesa, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Bali, pemerintah, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga pelaksanaan upacara dapat berlangsung dengan lancar.

Ia menjelaskan, rangkaian karya diawali dengan prosesi pengabenan pada 16 Juli 2026, sedangkan upacara nyekah dijadwalkan berlangsung pada 7 Agustus 2026. Tahun ini, upacara diikuti 18 sawa dalam prosesi Atma Wedana dan 114 sawa dalam upacara nyekah, dengan total anggaran pelaksanaan sekitar Rp1,7 miliar yang berasal dari urunan krama Desa Adat Bualu dan dukungan donasi berbagai pihak.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Koster juga menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp25 juta sebagai bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Bali terhadap pelaksanaan Upacara Pitra Yadnya di Desa Adat Bualu. Dukungan itu diharapkan dapat semakin memperkuat eksistensi desa adat sebagai garda terdepan dalam menjaga adat, agama, tradisi, dan budaya Bali di tengah perkembangan zaman.