Persadha Nusantara Lantik Pengurus Baru, Tetapkan Roadmap Transformasi Lembaga Hindu
DIKSIMERDEKA.COM, JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persadha Nusantara resmi melantik jajaran pengurus baru sekaligus menetapkan Roadmap Transformasi Lembaga Hindu 2045 sebagai arah penguatan kelembagaan Hindu yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan umat.
Pelantikan dipimpin Ketua Dewan Penasehat/Pengawas DPP Persadha Nusantara, Gede Pasek Suardika.Usai prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan diskusi strategis bertajuk Transformasi Lembaga Hindu Menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam forum tersebut, peserta menegaskan bahwa lembaga-lembaga Hindu memiliki posisi strategis sebagai pilar pembinaan umat, pelestarian nilai-nilai agama dan budaya, pengembangan sumber daya manusia, serta mitra pemerintah dalam pembangunan nasional.
Karena itu, transformasi kelembagaan dinilai menjadi kebutuhan yang harus dilaksanakan secara terencana, bertahap, dan berkelanjutan.
Persadha Nusantara berpandangan bahwa tantangan perkembangan teknologi digital, perubahan sosial, dan munculnya generasi baru menuntut pembaruan tata kelola organisasi.
Lembaga Hindu juga didorong menjadi organisasi yang profesional, transparan, akuntabel, serta mampu memberikan pelayanan yang semakin berkualitas kepada umat.
Pelantikan tersebut menetapkan D. Sures Kumar sebagai Ketua Umum DPP Persadha Nusantara, didampingi Dr. Gede Suardana sebagai Wakil Ketua Umum, A.A. Ayu Ari Widhyasari sebagai Sekretaris Jenderal, dan Komang Juli Agustawan sebagai Bendahara Umum.
Kepengurusan juga diperkuat sejumlah bidang, meliputi organisasi dan kaderisasi, ekonomi, penelitian dan pengembangan, agama, budaya dan lingkungan, hubungan masyarakat, serta politik, hukum, dan advokasi.
Rakernas kemudian menghasilkan 10 rekomendasi strategis sebagai pijakan transformasi lembaga Hindu.
Rekomendasi tersebut meliputi transformasi paradigma kelembagaan, reformasi tata kelola dan profesionalisasi, transformasi komunikasi publik, digitalisasi lembaga Hindu, penguatan jejaring dan kolaborasi strategis, regenerasi kepemimpinan, penguatan peran generasi muda, peningkatan pelayanan dan pemberdayaan umat, pengembangan data dan pusat pengetahuan Hindu, serta penyusunan Roadmap Transformasi Lembaga Hindu 2045.
Roadmap tersebut disusun dalam empat tahap. Tahap pertama pada 2026–2030 difokuskan pada pembangunan fondasi transformasi. Tahap kedua pada 2031–2035 diarahkan pada penguatan dan integrasi kelembagaan.
Tahap ketiga pada 2036–2040 menitikberatkan ekspansi dan penguatan kepemimpinan, sedangkan tahap akhir pada 2041–2045 menargetkan terwujudnya lembaga Hindu Indonesia Emas.
Melalui roadmap tersebut, Persadha Nusantara menargetkan terwujudnya lembaga Hindu yang berlandaskan nilai-nilai Dharma, dipercaya umat, profesional, akuntabel, adaptif terhadap perkembangan digital, kolaboratif, memiliki sistem regenerasi yang kuat, unggul dalam pelayanan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
DPP Persadha Nusantara juga mengajak seluruh lembaga keagamaan Hindu, majelis, organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, tokoh agama, akademisi, generasi muda, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan hasil Rakernas tersebut sebagai agenda bersama dalam membangun kelembagaan Hindu yang semakin kuat, modern, inklusif, dan berorientasi pada pelayanan umat.
Menurut Persadha Nusantara, semangat transformasi harus diwujudkan melalui langkah-langkah nyata sehingga nilai-nilai Dharma tidak hanya terpelihara, tetapi juga menjadi kekuatan yang memberikan manfaat bagi umat, masyarakat, bangsa, dan negara dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Editor: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan