DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Jasa dr. Anak Agung Made Djelantik dalam meletakkan fondasi pelayanan kesehatan di Bali resmi diabadikan melalui penamaan salah satu aula di RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar, Kamis (30/7/2026).

Pengabadian nama Direktur Utama pertama Rumah Sakit Sanglah itu menjadi bentuk penghormatan atas dedikasinya dalam membangun sistem kesehatan di Pulau Dewata.

Penyematan nama dr. AA Made Djelantik berdasarkan Surat Keputusan Direktur Utama RS Prof Ngoerah Bagoes Nomor: 8.02.03/D/42134/2026 tentang Penetapan Nama Ruang.

Direktur Utama RSUP Prof. Ngoerah Dr I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma mengatakan penyematan nama dr. AA Made Djelantik didasarkan pada besarnya jasa tokoh tersebut terhadap perkembangan pelayanan kesehatan di Bali.

“Ketokohan beliau sudah luar biasa. Kami tidak ragu menyematkan nama beliau pada aula ini sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya,” ujarnya.

Lebih lanjut kedepan, Ngurah mengatakan pihak rumah sakit tidak hanya akan menyematkan nama AA Made Djelantik sebagai nama aula, namun juga berencana mengabadikan pada gedung baru yang akan dibangun.

Sementara itu, perwakilan keluarga dr. AA Made Djelantik, Suryawari Djelantik menyampaikan rasa syukur atas penghormatan tersebut.

Menurutnya, mendiang AA Made Djelantik merupakan salah satu dokter pertama yang mengabdi di Rumah Sakit Sanglah saat rumah sakit itu mulai beroperasi.

“Kami sangat bergembira dan berterima kasih. Akhirnya nama beliau diabadikan di rumah sakit ini. Ini menjadi kebanggaan sekaligus penghormatan atas pengabdian beliau bagi dunia kesehatan di Bali,” katanya.

Adapun Anggota DPD RI Arya Wedakarna yang hadir dalam kesempatan itu, mengatakan, pengabadian nama dr. AA Made Djelantik merupakan bentuk penghargaan yang telah lama dinantikan.

Menurutnya, setelah lebih dari dua dekade pascareformasi, akhirnya tokoh yang juga dikenal sebagai sahabat Presiden pertama RI Soekarno itu mendapatkan penghormatan di rumah sakit yang pernah dipimpinnya.

“Setelah kita menanti lebih dari 20 tahun sejak era reformasi, akhirnya hari ini sebuah aula di gedung baru yang dibiayai APBN resmi diberi nama Aula dr. Anak Agung Made Djelantik,” ujarnya.

Reporter: Agus Pebriana