MIAMI, DIKSIMERDEKA.COM – Stadion nyaris membeku. Ribuan pendukung Argentina tak percaya dengan apa yang mereka saksikan. Tim favorit juara itu hanya tinggal beberapa menit lagi menuju adu penalti setelah Cape Verde berkali-kali menolak menyerah. Namun ketika harapan mulai memudar, Lionel Messi kembali menjadi pembeda. Tendangan bebas sang kapten di menit ke-111 memicu gol bunuh diri yang memastikan Argentina menang dramatis 3-2 dan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Cape Verde memang tersingkir, tetapi mereka meninggalkan lapangan dengan kepala tegak. Negara Afrika yang berada di peringkat 67 dunia itu memaksa juara bertahan FIFA berjuang hingga detik terakhir, bahkan nyaris menciptakan kejutan terbesar dalam sejarah fase gugur Piala Dunia.

Gol penentu lahir dari situasi bola mati. Messi mengirim tendangan bebas melengkung ke kotak penalti. Cristian Romero melompat menyambut bola, tetapi bek Cape Verde Diney Borges justru salah mengantisipasi dan menyundul bola ke gawang sendiri. Suporter Argentina langsung meledak dalam kegembiraan, sementara para pemain Cape Verde terduduk lesu di atas rumput.

Padahal, sepanjang pertandingan Cape Verde tampil luar biasa.

Baca juga :  Jepang vs Swedia 1-1: Elanga Selamatkan Swedia, Samurai Biru Tetap Melaju ke Babak 32 Besar

Argentina lebih dulu unggul pada menit ke-29 melalui aksi magis Messi. Berawal dari umpan Lisandro Martínez, kapten Albiceleste mengontrol bola menggunakan sisi luar kaki kirinya sebelum dalam satu sentuhan berikutnya mengecoh kiper Vozinha. Gol tersebut membuat Messi mencatat sejarah sebagai pemain pertama yang selalu mencetak gol dalam delapan penampilan Piala Dunia secara beruntun.

Namun Cape Verde menolak menjadi korban.

Memasuki menit ke-59, Deroy Duarte melepaskan tembakan keras mendatar yang gagal dibendung Emiliano Martínez. Skor berubah menjadi 1-1 dan membuat pertandingan semakin terbuka.

Argentina terus menekan, tetapi Vozinha tampil luar biasa di bawah mistar gawang. Kiper berusia 40 tahun yang bermain di kasta kedua Liga Portugal itu berkali-kali menggagalkan peluang emas Messi, termasuk tendangan bebas yang mengarah ke pojok gawang menjelang waktu normal berakhir.

Pertandingan pun berlanjut ke babak tambahan.

Baru lima menit extra time berjalan, Argentina kembali memimpin. Kali ini bek tengah Lisandro Martínez memanfaatkan kemelut hasil sepak pojok Messi dengan melepaskan tendangan keras ke sudut atas gawang.

Baca juga :  Lamine Yamal Pikul Harapan Spanyol! Sang Adik Jadi Sumber Kekuatan di Piala Dunia 2026

Lagi-lagi Cape Verde bangkit.

Pada menit ke-103, Sidny Lopes Cabral memperlihatkan kualitas individu luar biasa. Ia menusuk dari sisi kiri, memotong ke tengah, lalu melepaskan curling shot kaki kanan yang bersarang indah di pojok gawang Emiliano Martínez. Skor kembali imbang 2-2.

Saat adu penalti mulai terbayang, petaka datang bagi Cape Verde melalui gol bunuh diri Borges yang menjadi penentu kemenangan Argentina.

Bahkan setelah unggul, Argentina masih harus bekerja keras. Emiliano Martínez melakukan dua penyelamatan penting di menit-menit akhir untuk memastikan tidak ada gol penyeimbang.

Secara statistik, Argentina memang lebih dominan. Juara dunia itu menguasai sekitar 66 persen penguasaan bola, melepaskan 24 tembakan, dengan 11 di antaranya tepat sasaran. Cape Verde tampil sangat efisien melalui 9 tembakan, 5 mengarah ke gawang, dan dua di antaranya berhasil menjadi gol. Argentina juga unggul dalam distribusi bola dengan akurasi operan mencapai 91 persen, dibanding 79 persen milik Cape Verde. Dari situasi bola mati, Albiceleste memperoleh 10 tendangan sudut, sedangkan Cape Verde hanya mendapat 3.

Baca juga :  Prediksi Prancis vs Senegal : Mbappe Kejar Rekor, Les Bleus Waspadai Kutukan 2002

Kemenangan ini juga memperpanjang rekor pribadi Lionel Messi.

Gol ke gawang Cape Verde menjadi gol ketujuhnya di Piala Dunia 2026, membuatnya memimpin daftar pencetak gol sementara dan unggul satu gol atas Kylian Mbappé dalam perebutan Sepatu Emas. Secara keseluruhan, Messi kini telah mencetak 12 gol dalam delapan pertandingan Piala Dunia terakhirnya.

Selain itu, laga ini menjadi penampilan ke-30 Messi di Piala Dunia, memperkokoh rekornya sebagai pemain pria dengan jumlah pertandingan terbanyak sepanjang sejarah turnamen. Cristiano Ronaldo masih berada di posisi kedua dengan 26 penampilan.

Usai laga, gelandang Argentina Rodrigo De Paul mengaku bersyukur bisa terus bermain bersama Messi.

“Bagi saya, persahabatan adalah salah satu hal paling berharga dalam hidup. Saya merasa sangat beruntung bisa berbagi momen seperti ini bersama Lionel Messi,” ujar De Paul.

Argentina memang lolos. Namun kemenangan ini sekaligus menjadi peringatan bahwa jalan menuju gelar juara tidak akan semudah yang diperkirakan. Cape Verde telah membuktikan bahwa bahkan raksasa sepak bola dunia pun bisa dibuat ketakutan hingga menit-menit terakhir.