DIKSIMERDEKA.COM DALLAS- Duel Jepang vs Swedia berakhir imbang 1-1 pada laga terakhir Grup F Piala Dunia 2026. Hasil tersebut memastikan kedua tim sama-sama mengamankan tiket ke babak 32 besar, dengan Jepang finis sebagai runner-up grup dan Swedia menyusul sebagai salah satu tim yang lolos setelah tampil solid di pertandingan penentuan.Jumat (26/6/2026).

Bertanding di Dallas, duel ini sempat berjalan datar pada babak pertama. Kedua tim tampak berhati-hati karena sama-sama memahami hasil imbang sudah cukup membuka jalan menuju fase gugur, terlebih setelah Belanda unggul atas Tunisia di pertandingan lain.

Meski tempo permainan sempat lambat, pertandingan berubah lebih hidup selepas turun minum. Jepang lebih dulu memecah kebuntuan melalui Daizen Maeda setelah memanfaatkan kombinasi cepat bersama Ritsu Doan dan Ayase Ueda. Gol tersebut membuat Samurai Biru sempat berada di jalur untuk merebut puncak klasemen Grup F.

Namun keunggulan itu hanya bertahan enam menit. Anthony Elanga menjadi penyelamat Swedia lewat aksi individu luar biasa. Menerima bola di sisi kanan, winger Nottingham Forest itu menusuk ke dalam sebelum melepaskan tembakan melengkung yang gagal dijangkau Zion Suzuki.

Baca juga :  Nonton Bola Sampai Segitunya? Gianni Infantino Terbang Ribuan Kilometer Tiap Hari

Secara statistik pertandingan berlangsung cukup berimbang, meski Jepang sedikit unggul dalam penguasaan permainan. Samurai Biru menguasai bola 51 persen berbanding 49 persen milik Swedia. Jepang juga mencatatkan 420 operan dengan akurasi 88 persen, lebih baik dibanding Swedia yang membukukan 382 operan dengan akurasi 81 persen.

Meski demikian, Swedia tampil lebih agresif dalam menciptakan peluang. Tim asuhan Graham Potter melepaskan 10 tembakan, lima di antaranya mengarah ke gawang. Jepang hanya menghasilkan 8 tembakan dengan 3 tembakan tepat sasaran.

Dominasi Swedia juga terlihat dari situasi bola mati. Mereka memperoleh 8 tendangan sudut, jauh lebih banyak dibanding Jepang yang hanya mendapatkan 2 sepak pojok. Statistik tersebut menunjukkan tekanan Swedia semakin meningkat setelah tertinggal pada awal babak kedua.

Di sisi lain, Jepang tampil lebih disiplin dalam membangun serangan dari lini belakang. Kombinasi operan cepat yang diperagakan Ritsu Doan, Ao Tanaka, dan Ayase Ueda beberapa kali mampu memecah organisasi pertahanan Swedia.

Baca juga :  Mesir vs Selandia Baru 3-1: Salah Menggila, Firaun Raih Kemenangan Perdana di Piala Dunia

Pertandingan juga berlangsung cukup keras. Jepang melakukan 20 pelanggaran, sedangkan Swedia mencatat 11 pelanggaran. Wasit mengeluarkan satu kartu kuning untuk Jepang dan dua kartu kuning bagi Swedia, namun tidak ada pemain yang menerima kartu merah.

Pelatih Swedia, Graham Potter, mengaku puas dengan respons anak asuhnya setelah tertinggal lebih dulu. Menurutnya, timnya tampil lebih baik pada babak kedua dan layak membawa pulang satu poin.

Peluang terbaik Swedia untuk membalikkan keadaan datang pada masa injury time ketika sundulan Alexander Isak dari situasi sepak pojok mengarah ke gawang. Namun Zion Suzuki melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis bola hingga membentur mistar.

Jepang sendiri nyaris mengamankan kemenangan saat pemain pengganti Koki Ogawa memperoleh peluang emas pada menit-menit akhir. Sayangnya, sontekannya masih melambung di atas mistar.

Hasil imbang ini memastikan Jepang finis sebagai runner-up Grup F dan akan menghadapi Brasil pada babak 32 besar. Meski lawan yang menanti merupakan salah satu favorit juara, pelatih Hajime Moriyasu tetap optimistis setelah timnya pernah menaklukkan Selecao dalam laga persahabatan tahun lalu.

Baca juga :  Novita Hardini: Gaung Piala Dunia 2026 Masih Minim

Sementara itu, Swedia juga melangkah ke fase gugur dengan rasa percaya diri tinggi. Penampilan Anthony Elanga, Viktor Gyokeres, dan Alexander Isak menjadi modal penting bagi tim Skandinavia untuk menghadapi lawan yang lebih berat pada babak berikutnya.

Dengan statistik yang nyaris seimbang dan peluang yang silih berganti, hasil imbang menjadi cerminan pertandingan yang berlangsung sengit. Jepang tampil lebih rapi dalam menguasai bola, sedangkan Swedia lebih berbahaya saat menyerang. Pada akhirnya, kedua tim sama-sama mendapatkan hadiah yang mereka incar: tiket menuju babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Meski harus puas sebagai runner-up grup, Jepang tetap membawa modal kepercayaan diri menuju fase gugur. Sementara itu, Swedia menunjukkan karakter pantang menyerah dengan mampu bangkit setelah tertinggal. Kedua tim kini bersiap menghadapi tantangan yang jauh lebih berat dalam perebutan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.