DIKSIMERDEKA.COM FLORIDAPartai Skotlandia vs Brasil menjadi mimpi buruk bagi Tartan Army di laga terakhir Grup C Piala Dunia 2026. Alih-alih menciptakan sejarah dengan lolos ke fase gugur, Skotlandia justru tumbang 0-3 dari Brasil dan kini hanya bisa berharap hasil pertandingan lain berpihak kepada mereka untuk merebut satu tiket sebagai tim peringkat ketiga terbaik.

Bermain di Hard Rock Stadium, Miami, Kamis (25/6/2026), tim asuhan Steve Clarke kembali kesulitan mengembangkan permainan. Brasil tampil dominan sejak awal laga dan memperlihatkan kualitas individu yang jauh berada di atas lawannya.

Vinicius Junior menjadi sosok yang paling merepotkan pertahanan Skotlandia. Winger Real Madrid itu mencetak gol penting menjelang turun minum sekaligus menjadi motor serangan Selecao bersama Bruno Guimaraes dan Matheus Cunha.

Meski kalah dari Brasil bukan hasil yang mengejutkan, cara Skotlandia menyerah justru menjadi sorotan. Sepanjang fase grup mereka tampil minim kreativitas dan kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Bahkan hingga pertandingan terakhir, lini depan Tartan Army nyaris tidak memberikan ancaman berarti kepada Alisson Becker.

Baca juga :  Prediksi Prancis vs Senegal : Mbappe Kejar Rekor, Les Bleus Waspadai Kutukan 2002

Gol pertama Brasil membuka kepercayaan diri tim besutan Carlo Ancelotti. Selecao kemudian semakin nyaman menguasai jalannya pertandingan hingga Vinicius Junior menggandakan keunggulan pada masa injury time babak pertama setelah memanfaatkan buruknya koordinasi Nathan Patterson dan Angus Gunn dalam mengantisipasi umpan Bruno Guimaraes.

Gol tersebut praktis memukul mental para pemain Skotlandia. Mereka memang sempat mencoba bangkit selepas jeda, tetapi peluang terbaik Scott McTominay melalui sundulan masih mampu diamankan Alisson.

Harapan Skotlandia untuk setidaknya mencetak gol balasan semakin memudar ketika Matheus Cunha memastikan kemenangan Brasil lewat gol ketiga. Proses gol tersebut menjadi bukti kualitas Bruno Guimaraes yang tampil luar biasa sepanjang pertandingan. Gelandang Newcastle United itu melewati beberapa pemain bertahan sebelum memberikan umpan matang kepada Cunha yang tanpa kesulitan menaklukkan Gunn.

Meski skor akhirnya telak, Skotlandia sebenarnya tidak sepenuhnya menyerah. Lawrence Shankland sempat mengancam lewat tendangan yang mengenai bagian atas gawang, sementara McTominay kembali memaksa Alisson melakukan penyelamatan penting.

Namun usaha tersebut tidak cukup untuk mengubah jalannya pertandingan. Brasil menutup laga dengan kemenangan meyakinkan sekaligus memastikan langkah ke babak 32 besar dengan status juara Grup C.

Baca juga :  Spanyol vs Arab Saudi 4-0: Lamine Yamal Comeback, Oyarzabal Cetak Brace

Di sisi lain, Skotlandia kini harus menjalani penantian panjang. Dengan koleksi tiga poin dan selisih gol minus tiga, nasib mereka sepenuhnya bergantung pada hasil pertandingan grup lain untuk menentukan apakah masih berhak lolos sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik.

Kekalahan ini juga memunculkan kembali pertanyaan mengenai perkembangan Skotlandia di bawah Steve Clarke. Setelah gagal memberikan dampak berarti pada dua turnamen besar sebelumnya, Tartan Army kembali kesulitan bersaing ketika menghadapi tim-tim elite dunia.

Sebaliknya, Brasil semakin menunjukkan perkembangan positif bersama Carlo Ancelotti. Vinicius Junior tampil tajam, Bruno Guimaraes mengendalikan lini tengah dengan impresif, sementara Matheus Cunha kembali membuktikan ketajamannya di lini depan.

Meski lawan berikutnya dipastikan akan jauh lebih berat, performa Brasil di fase grup menjadi modal berharga dalam perburuan gelar juara dunia keenam sepanjang sejarah mereka.

Kekalahan ini juga menjadi evaluasi besar bagi Steve Clarke. Selama fase grup, Skotlandia hanya mampu mencetak satu gol dari tiga pertandingan dan kesulitan membangun serangan yang efektif saat menghadapi lawan dengan kualitas lebih tinggi. Ketergantungan pada bola mati dan duel udara membuat variasi serangan mereka mudah dibaca lawan. Di sisi lain, Brasil tampil semakin matang dari pertandingan ke pertandingan. Carlo Ancelotti berhasil membangun keseimbangan antara pertahanan yang disiplin dan lini serang yang tajam. Vinicius Junior terus menjadi ancaman di sisi kiri, sementara Bruno Guimaraes menunjukkan peran vital sebagai pengatur tempo permainan.

Baca juga :  Haaland Datang, Irak Terancam? Prediksi Irak vs Norwegia

Matheus Cunha juga kembali membuktikan ketajamannya dengan mencetak gol penting yang memastikan kemenangan Selecao. Jika mampu mempertahankan konsistensi seperti ini, Brasil berpeluang menjadi salah satu kandidat terkuat dalam perebutan gelar juara Piala Dunia 2026.
Bagi Skotlandia, hasil ini menjadi pengingat bahwa persaingan di Piala Dunia menuntut konsistensi selama 90 menit. Sementara bagi Brasil, kemenangan meyakinkan ini memperkuat kepercayaan diri sebelum menghadapi tantangan yang lebih berat di fase gugur.