Prancis vs Swedia 3-0:Brace Mbappe Bikin Swedia Tak Berkutik
DIKSIMERDEKA.COM NEW JERSEY – Duel Prancis vs Swedia di Piala Dunia 2026 berubah menjadi panggung demonstrasi kekuatan Les Bleus. Tim asuhan Didier Deschamps tampil luar biasa dan menundukkan Swedia dengan skor telak 3-0 pada laga kedua Grup I, Rabu (1/7/2026).
Kylian Mbappe kembali menjadi bintang lewat dua gol yang membuatnya menyamai koleksi Lionel Messi dalam perebutan Sepatu Emas piala dunia. Sementara itu, Michael Olise tampil memukau dengan dua assist dan menjadi motor serangan Prancis sepanjang pertandingan.
Pada 30 menit pertama, pertandingan berlangsung cukup seimbang. Prancis mendominasi penguasaan bola, tetapi Swedia masih mampu mengancam lewat serangan balik cepat. Namun setelah itu, Les Bleus menaikkan tempo dan praktis menguasai jalannya pertandingan.

Adrien Rabiot membuka ancaman lewat tendangan keras yang masih mampu ditepis Jacob Widell Zetterström. Mbappe kemudian dua kali mengancam, termasuk satu tembakan yang membentur tiang gawang. Michael Olise juga hampir mencetak gol melalui tendangan salto indah yang mengenai mistar.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-37. Berawal dari skema tendangan sudut pendek bersama Ousmane Dembele, bola mengalir kepada Mbappe di sisi kanan kotak penalti. Penyerang Real Madrid itu mengecoh Viktor Gyokeres sebelum melepaskan tendangan melengkung yang tak mampu dihentikan Zetterström. Prancis unggul 1-0.
Gol tersebut disambut selebrasi seluruh pemain bersama Didier Deschamps, memperlihatkan kekompakan skuad yang semakin solid sepanjang turnamen ini.
Memasuki babak kedua, Swedia sempat mencoba keluar menekan. Namun justru Prancis menggandakan keunggulan pada menit ke-53. Aurélien Tchouaméni merebut bola di lini tengah sebelum mengirimkan umpan kepada Olise. Dengan visi bermain luar biasa, Olise menyelipkan bola di antara bek Swedia yang langsung disambut Bradley Barcola. Penyerang PSG itu menyelesaikannya dengan sepakan keras ke atap gawang untuk mengubah skor menjadi 2-0.
Analisis Statistik Pertandingan
Data pertandingan menunjukkan duel sebenarnya cukup berimbang dari sisi penguasaan bola, masing-masing 50 persen. Namun efektivitas menjadi pembeda utama.
Prancis hanya melepaskan 8 tembakan, tetapi 3 di antaranya tepat sasaran dan seluruhnya berbuah gol. Sebaliknya, Swedia memiliki 4 tembakan tepat sasaran dari total 8 percobaan, tetapi seluruh peluang tersebut mampu diamankan Mike Maignan.
Prancis juga unggul dalam situasi bola mati dengan 6 tendangan sudut berbanding 4 milik Swedia. Statistik ini memperlihatkan Les Bleus jauh lebih klinis ketika mendapatkan peluang, sedangkan Swedia gagal memanfaatkan kesempatan yang mereka miliki.
Olise terus menjadi mimpi buruk pertahanan Swedia. Gelandang Bayern Munchen itu bebas bergerak di berbagai sisi lapangan, menciptakan peluang demi peluang melalui visi umpan yang luar biasa.
Pada menit ke-75, kombinasi keduanya kembali menghasilkan gol. Olise mengirim umpan terobosan sempurna yang disambut lari Mbappe. Sang kapten Prancis kembali menunjukkan penyelesaian kelas dunia lewat sepakan melengkung ke pojok gawang untuk memastikan kemenangan 3-0.
Pelatih Didier Deschamps mengaku puas dengan perkembangan timnya, meski tetap mengingatkan bahwa tantangan akan semakin berat.
“Kami memiliki pemain-pemain hebat. Saat mereka bermain dengan konsentrasi dan mentalitas seperti ini, hasilnya sangat positif. Tetapi lawan berikutnya akan semakin kuat sehingga kami masih harus memperbaiki beberapa hal,” ujarnya.
Di kubu Swedia, Graham Potter mengakui timnya menghadapi lawan yang hampir sempurna.
“Mereka menggunakan lebar lapangan dengan sangat baik. Kami harus menutup semua ruang, tetapi kualitas pemain Prancis di setiap lini membuat semuanya menjadi sangat sulit,” kata Potter.
Kemenangan ini semakin mengukuhkan Prancis sebagai salah satu kandidat terkuat juara Piala Dunia 2026. Dengan performa Mbappe yang terus tajam dan kreativitas Olise yang sedang berada di level terbaiknya, Les Bleus mengirim sinyal kuat kepada seluruh rival bahwa mereka datang bukan sekadar untuk bersaing, melainkan memburu gelar juara dunia berikutnya.
Kemenangan atas Swedia semakin menegaskan status Prancis sebagai kandidat kuat juara Piala Dunia 2026. Kombinasi kecepatan Kylian Mbappe, kreativitas Michael Olise, dan kedalaman skuad membuat Les Bleus tampil sangat efektif. Jika mampu mempertahankan konsistensi permainan seperti ini, tim asuhan Didier Deschamps berpeluang melangkah jauh hingga babak final dan menjadi salah satu favorit utama meraih trofi.

Tinggalkan Balasan