Inggris vs Kroasia 4-2: Bellingham Menggila, Kane Cetak Brace di Laga Penuh Drama
Hasil Inggris vs Kroasia 4-2 di Grup L
DIKSIMERDEKA.COM ARLINGTON – Timnas Inggris memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan sekaligus menegangkan. Menghadapi Kroasia di Stadion AT&T, Arlington, Texas, skuad asuhan Thomas Tuchel menang 4-2 dalam pertandingan yang menyajikan enam gol dan sejumlah peluang berbahaya.
Meski meraih tiga poin, kemenangan Inggris tidak diraih dengan mudah. Statistik pertandingan menunjukkan laga berlangsung terbuka dan ketat. Inggris unggul penguasaan bola 55 persen berbanding 45 persen milik Kroasia. The Three Lions juga jauh lebih agresif dengan melepaskan 21 percobaan tembakan, 10 di antaranya tepat sasaran. Sebaliknya, Kroasia hanya mencatatkan lima tembakan tepat sasaran dari total 11 percobaan.
Statistik Inggris vs Kroasia, Inggris Dominan
Statistik laga Inggris vs Kroasia menunjukkan dominasi The Three Lions sepanjang pertandingan.Keunggulan Inggris juga terlihat dari situasi bola mati. Pasukan Thomas Tuchel mendapatkan delapan tendangan sudut, empat kali lebih banyak dibanding Kroasia yang hanya memperoleh dua sepak pojok.

Namun dominasi statistik itu tidak langsung membuat Inggris nyaman. Kroasia justru beberapa kali mampu memanfaatkan celah di lini belakang Inggris yang tampil kurang solid pada babak pertama.
Dalam duel Inggris vs Kroasia, Harry Kane dan Jude Bellingham menjadi pemain paling menentukan.
Harry Kane membuka keunggulan Inggris lewat penalti yang harus diulang setelah kiper Kroasia Dominik Livakovic dinyatakan bergerak meninggalkan garis gawang lebih dulu. Livakovic sempat menggagalkan eksekusi pertama Kane, tetapi VAR memutuskan penalti harus diulang dan kali ini sang kapten Inggris sukses menjalankan tugasnya.
Keunggulan itu tidak bertahan lama. Kroasia membalas melalui Martin Baturina setelah memanfaatkan serangan cepat yang membuat lini pertahanan Inggris keteteran. Duel kemudian berjalan sengit dengan kedua tim saling bertukar gol hingga skor 2-2 menutup babak pertama.
Gol kedua Inggris kembali lahir dari situasi bola mati. Declan Rice yang tampil impresif dalam distribusi bola mengirimkan sepak pojok akurat yang disambut sundulan keras Harry Kane.
Meski demikian, Kroasia kembali menunjukkan mental kuat. Ivan Perisic mengirimkan umpan matang yang diselesaikan Petar Musa untuk menyamakan kedudukan.
Bellingham Jadi Pembeda dalam Laga Inggris vs Kroasia
Memasuki babak kedua, Inggris tampil lebih agresif. Jude Bellingham menjadi motor permainan dan tampil sebagai pembeda. Gelandang muda Real Madrid itu beberapa kali merepotkan pertahanan Kroasia lewat penetrasi dari lini kedua.
Puncaknya terjadi ketika Bellingham melakukan tusukan cepat dari sisi kanan sebelum melepaskan tembakan mendatar yang gagal dijangkau Livakovic. Gol tersebut membawa Inggris unggul 3-2 sekaligus mengubah arah pertandingan.
Setelah gol Bellingham, Inggris semakin dominan. Statistik menunjukkan tekanan bertubi-tubi terus dilancarkan ke pertahanan Kroasia. Nico O’Reilly, Anthony Gordon, Kane, hingga Declan Rice silih berganti mendapatkan peluang emas.
Thomas Tuchel juga mendapat keuntungan dari kontribusi para pemain pengganti. Bukayo Saka yang masuk dari bangku cadangan memberikan energi baru dalam serangan Inggris.
Menjelang akhir laga, Marcus Rashford memastikan kemenangan Inggris. Penyerang Manchester United itu melakukan tusukan ke dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan rendah yang memperdaya Livakovic.
Kroasia sebenarnya masih memiliki peluang memperkecil ketertinggalan. Marco Pasalic hampir mencetak gol setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang Inggris. Namun Jordan Pickford tampil sigap melakukan penyelamatan penting.
Kemenangan 4-2 ini menempatkan Inggris di puncak Grup L sekaligus mengirim pesan kepada para pesaing bahwa skuad Thomas Tuchel siap berburu bintang kedua di Piala Dunia.
Selain kemenangan, performa Jude Bellingham menjadi sorotan utama. Gelandang berusia 22 tahun itu tampil penuh energi, berani mengambil risiko, dan menjadi simbol kebangkitan Inggris ketika pertandingan memasuki fase krusial.
Dengan 10 tembakan tepat sasaran, delapan tendangan sudut, serta dominasi penguasaan bola, Inggris layak mengamankan tiga poin. Namun rapuhnya pertahanan yang membuat Kroasia mampu mencetak dua gol menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi Thomas Tuchel sebelum menghadapi laga berikutnya.
Kemenangan Inggris atas Kroasia menjadi modal penting dalam persaingan Grup L Piala Dunia 2026. Selain meraih tiga poin, performa Jude Bellingham, Harry Kane, dan Declan Rice menunjukkan bahwa skuad Thomas Tuchel memiliki kualitas untuk bersaing hingga fase gugur. Namun, rapuhnya pertahanan yang membuat Kroasia mampu mencetak dua gol menjadi evaluasi yang harus segera diperbaiki menjelang pertandingan berikutnya.

Tinggalkan Balasan