DIKSIMERDEKA.COM WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan rencana membeli Kepulauan Chagos dari Mauritius. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya Washington untuk mengamankan kendali jangka panjang atas pangkalan militer strategis Diego Garcia yang berada di tengah Samudra Hindia.

Laporan mengenai rencana tersebut pertama kali diungkap media Inggris, The Telegraph. Hingga kini, Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi terkait kabar yang berkembang tersebut.

Wacana ini muncul di tengah mandeknya rencana Inggris menyerahkan kedaulatan Kepulauan Chagos kepada Mauritius. Sebelumnya, proses penyerahan wilayah itu sempat mendapat dukungan dari Amerika Serikat, namun kemudian dibekukan setelah muncul berbagai pertimbangan keamanan dan geopolitik.

Diego Garcia Jadi Aset Strategis

Dalam proposal yang dilaporkan sedang dibahas, pemerintahan Trump disebut mempertimbangkan pembelian Kepulauan Chagos secara langsung dari Mauritius setelah proses penyerahan kedaulatan selesai dilakukan oleh Inggris.

Langkah tersebut diyakini akan memberikan kepastian bagi Amerika Serikat untuk mempertahankan akses dan kendali terhadap pangkalan militer Diego Garcia yang selama puluhan tahun menjadi salah satu fasilitas pertahanan terpenting Washington di luar negeri.

Diego Garcia merupakan pangkalan militer gabungan Amerika Serikat dan Inggris yang memiliki posisi sangat strategis. Lokasinya di Samudra Hindia memungkinkan pangkalan tersebut digunakan untuk mendukung operasi militer di Timur Tengah, Asia Selatan, hingga Afrika Timur.

Baca juga :  Perang Iran Bikin Toyota Rugi Rp60 Triliun, Harga Material dan Penjualan Terpukul

Selain itu, pangkalan ini memiliki landasan udara panjang yang mampu melayani pesawat pembom strategis dan berbagai operasi logistik jarak jauh.

Salah Satu Opsi yang Sedang Dipertimbangkan

Menurut laporan The Telegraph, ide pembelian Kepulauan Chagos disebut berasal dari Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, yang kemudian menyampaikannya kepada Presiden Trump.

Meski demikian, pembelian wilayah tersebut disebut bukan satu-satunya opsi yang sedang dibahas di lingkungan pemerintahan AS.

Sejumlah pejabat Washington disebut masih mengkaji berbagai kemungkinan untuk memastikan keberlanjutan keberadaan pangkalan Diego Garcia tanpa harus menghadapi risiko keamanan baru di masa depan.

Sebagian pejabat pemerintahan Trump juga dilaporkan khawatir apabila Kepulauan Chagos sepenuhnya berada di bawah kendali Mauritius. Kekhawatiran itu muncul karena adanya anggapan bahwa Mauritius memiliki hubungan ekonomi yang cukup erat dengan China.

Mereka menilai kondisi tersebut berpotensi membuka celah bagi aktivitas pengumpulan informasi intelijen atau pengaruh geopolitik pihak lain di sekitar pangkalan militer yang sangat sensitif tersebut.

Baca juga :  Trump Klaim Tangan Kanan ISIS Tewas dalam Operasi Gabungan AS-Nigeria

Warga Chagos Minta Hak Mereka Diutamakan

Di tengah perdebatan politik internasional, kelompok pengungsi Chagos kembali menegaskan bahwa persoalan utama yang harus diperhatikan adalah hak-hak masyarakat asli kepulauan tersebut.

Delegasi Chagos Refugees Group yang baru-baru ini mengunjungi Inggris menyatakan bahwa isu masa depan Kepulauan Chagos telah terlalu lama dijadikan bahan tarik-menarik politik oleh berbagai pihak.

Pemimpin kelompok tersebut, Louis Olivier Bancoult, menegaskan bahwa masyarakat Chagos masih memperjuangkan hak mereka untuk kembali ke tanah kelahiran yang ditinggalkan puluhan tahun lalu.

“Yang paling penting adalah hak-hak kami,” ujarnya.

Menurut Bancoult, hingga kini belum ada solusi yang benar-benar mengakomodasi kepentingan warga Chagos yang selama puluhan tahun hidup dalam pengasingan.

Terkait Ketegangan AS dan Iran

Pembahasan mengenai kemungkinan Trump beli Kepulauan Chagos juga muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Pangkalan Diego Garcia memiliki nilai strategis tinggi karena lokasinya hanya berjarak sekitar 3.800 kilometer dari wilayah Iran. Dalam beberapa bulan terakhir, pangkalan tersebut menjadi salah satu pusat dukungan operasi militer Amerika Serikat di kawasan.

Sejak konflik memanas, Iran beberapa kali mengancam fasilitas militer yang digunakan Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan Timur Tengah maupun Samudra Hindia.

Baca juga :  Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Global Trump, Kekuasaan Presiden Dibatasi

Pada Maret lalu, Inggris juga memberikan izin kepada Amerika Serikat untuk menggunakan Diego Garcia dalam operasi militer terhadap target-target yang berkaitan dengan Iran.

Situasi tersebut membuat masa depan Diego Garcia menjadi semakin penting bagi kepentingan pertahanan Washington.

Inggris Belum Akan Bergerak Tanpa Dukungan AS

Pemerintah Inggris menegaskan bahwa Diego Garcia merupakan aset militer yang sangat penting bagi keamanan Inggris dan Amerika Serikat.

Seorang juru bicara pemerintah Inggris menyatakan bahwa mempertahankan keamanan dan kendali operasional pangkalan tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama dalam setiap pembahasan mengenai masa depan Kepulauan Chagos.

Sumber pemerintah Inggris juga menegaskan bahwa London tidak akan melanjutkan proses penyerahan kedaulatan wilayah tersebut tanpa dukungan dari Amerika Serikat.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa posisi Washington masih menjadi faktor penentu dalam penyelesaian sengketa yang telah berlangsung selama puluhan tahun tersebut.

Dengan berbagai kepentingan strategis, militer, dan politik yang saling bertemu, wacana Trump beli Kepulauan Chagos diperkirakan akan terus menjadi perhatian dunia internasional dalam beberapa waktu ke depan.