Rektor Unud: Potensi Perikanan Bali Belum Digarap Maksimal, Kampus Didorong Siapkan SDM
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Rektor Universitas Udayana Prof Ketut Sudarsana menilai potensi perikanan dan maritim Bali masih belum digarap secara maksimal. Karena itu, perguruan tinggi didorong menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul untuk mendukung pengembangan sektor tersebut.
Hal itu disampaikan Sudarsana saat memberikan sambutan dalam acara Gala Dinner Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan (FKPTKP) Indonesia di Rumah Jabatan Gubernur Bali atau Jayasabha, Rabu (20/05/2026).
“Kita harus menghasilkan sumber daya manusia yang unggul di bidang maritim, karena potensi maritim di Bali sangat besar dan belum kita gali serta manfaatkan secara optimal,” ujar Sudarsana.
Menurut dia, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, inovasi dan hasil riset kampus diharapkan mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Bagaimana inovasi-inovasi dan pengabdian bisa berdampak nyata kepada masyarakat dan tentunya mencari solusi-solusi untuk kebaikan,” katanya.
Ia menegaskan pengembangan sektor maritim tidak dapat dilakukan sendiri oleh perguruan tinggi. Karena itu, kolaborasi antarkampus, pemerintah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci penguatan sektor kelautan dan perikanan di Bali.
“Tentu kita di universitas tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu kolaborasi sangat penting untuk ke depannya,” ujarnya.
Sudarsana mengatakan Bali memiliki sejumlah kawasan dengan potensi perikanan yang besar, seperti Kedonganan, Serangan, hingga Jembrana. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi salah satu penunjang perekonomian Bali selain sektor pariwisata.
“Kalau dilihat, potensi ikan di Bali sangat besar sekali. Misalnya di Kedonganan, Serangan, dan Negara, itu potensi perikanannya sangat besar,” katanya.
Ia juga menyoroti rencana pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan di Jembrana. Menurut dia, kehadiran pelabuhan tersebut akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir, khususnya nelayan di Jembrana.
“Hadirnya PSN ini tentu membuat nelayan di Jembrana tidak perlu lagi mengirim jauh hasil tangkapannya,” ujarnya.
Sudarsana berharap pengembangan sektor perikanan dan kelautan di Bali ke depan mampu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas SDM dan inovasi dari perguruan tinggi.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan