DIKSIMERDEKA.COM WASHINGTON DC- Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya angkat bicara setelah insiden penembakan yang mengguncang acara elite White House Correspondents’ Dinner di Washington DC, Sabtu (25/6/2024) waktu AS.

Seperti yang dilansir Fox News, Dalam pernyataan resminya dari ruang briefing Gedung Putih, Donald Trump mengungkap detik-detik insiden yang membuatnya harus dievakuasi dari lokasi acara. Ia menyebut seorang pria bersenjata mencoba menerobos pos pemeriksaan keamanan dengan membawa berbagai senjata.

“Seorang pria menerobos pos pemeriksaan keamanan dengan membawa banyak senjata,” ujar Trump, seraya memuji respons cepat aparat keamanan. Ia menilai Secret Service dan aparat penegak hukum bertindak “sangat cepat” untuk menghentikan pelaku dan mencegah situasi menjadi lebih buruk.

Trump memastikan pelaku telah dilumpuhkan dan diamankan. Ia juga mengungkap bahwa seorang petugas sempat tertembak dari jarak dekat, namun selamat berkat rompi antipeluru. “Saya baru saja berbicara dengan petugas tersebut… dia dalam kondisi sangat baik,” katanya.

Baca juga :  Trump : Perdamaian AS-Iran Tinggal Diteken

Suasana di ruang briefing pun terasa tidak biasa. Banyak jurnalis yang hadir masih mengenakan pakaian resmi karena langsung datang dari lokasi acara di Washington Hilton, menciptakan suasana yang tidak biasa di tengah situasi darurat.

Trump kemudian menyoroti makna simbolis dari insiden tersebut. Ia menyebut peristiwa ini menyentuh inti dari tujuan acara yang selama ini menjadi simbol kebebasan pers. “Ini adalah acara yang didedikasikan untuk kebebasan berbicara yang seharusnya mempertemukan berbagai pihak, termasuk politikus dan pers. Dan dalam satu sisi, itu benar-benar terjadi, karena kami semua menjadi satu dalam satu ruangan. Itu, dalam satu cara, adalah hal yang sangat indah untuk dilihat,” ujarnya.

Namun di balik itu, Trump juga melontarkan kritik keras terhadap pelaku. Ia menyebut aksi tersebut sebagai serangan terhadap negara. “Video ini menunjukkan kekerasan dari penjahat yang menyerang konstitusi kita, sekaligus menunjukkan betapa cepatnya aparat bertindak untuk melindungi negara,” katanya.

Baca juga :  Trump Tunda Operasi Project Freedom di Selat Hormuz, Dunia Menunggu Kesepakatan AS-Iran

Trump juga menyinggung pentingnya peningkatan sistem keamanan. Ia menilai lokasi acara saat ini belum sepenuhnya aman dan mengaitkannya dengan rencana pembangunan ballroom baru di Gedung Putih yang diklaim memiliki perlindungan lebih tinggi, termasuk sistem tahan drone dan kaca antipeluru.

Lebih jauh, ia mengaitkan insiden ini dengan pola ancaman yang lebih luas terhadap Amerika Serikat. “Ini bukan pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir republik kita diserang oleh seseorang yang berniat membunuh,” ujarnya, sembari mengajak masyarakat untuk kembali berkomitmen menyelesaikan perbedaan secara damai.

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa acara tersebut tidak akan dihentikan. Ia bahkan memastikan White House Correspondents’ Dinner akan kembali digelar dalam waktu dekat. “Kami tidak akan membiarkan siapa pun mengambil alih masyarakat kita. Kami akan mengadakannya lagi dalam 30 hari ke depan, lebih besar, lebih baik, dan lebih megah,” tegasnya.

Baca juga :  Trump Ngamuk! Iran Dituding Main Ulur Waktu Sampai Pemilu AS

Trump juga mengungkap bahwa dirinya sempat ingin tetap berada di lokasi kejadian. “Saya berjuang keras untuk tetap tinggal,” katanya. Namun, aparat keamanan memintanya segera meninggalkan lokasi karena potensi ancaman tambahan belum sepenuhnya diketahui.

Sementara itu, Direktur Secret Service Sean Curran memuji respons aparat di lapangan. Ia menegaskan bahwa sistem perlindungan berlapis yang diterapkan berhasil mencegah dampak yang lebih besar. “Malam ini kita melihat bagaimana para petugas bekerja setiap hari untuk melindungi. Sistem perlindungan berlapis kami terbukti bekerja,” ujarnya.

Menteri Keamanan Dalam Negeri juga memberikan apresiasi terhadap sikap Trump dalam menghadapi situasi tersebut. Ia menyebut presiden menunjukkan “ketenangan dan kepemimpinan luar biasa” di tengah situasi darurat.
Insiden ini kembali menegaskan bahwa ancaman keamanan masih membayangi bahkan di acara paling elit sekalipun. Namun di tengah ketegangan, satu pesan yang disampaikan Trump cukup jelas—persatuan tetap harus dijaga.