DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri pengukuhan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali di Ruang Uluwatu, Kantor OJK Bali, Denpasar, Selasa (14/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Koster menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor jasa keuangan guna menjaga stabilitas serta memperkuat pertumbuhan ekonomi Bali.

Koster menyampaikan apresiasi atas sinergi yang selama ini terjalin antara Pemerintah Provinsi Bali, OJK, dan Bank Indonesia. Menurutnya, hubungan yang harmonis tersebut telah memberi kontribusi besar terhadap penguatan sektor perbankan dan ekosistem ekonomi di Bali.

“Sinergi dan kolaborasi dengan lembaga keuangan di Bali berjalan sangat baik dalam mendukung ekosistem perekonomian, termasuk memperkuat perbankan daerah maupun nasional,” ujar Koster.

Ia juga memaparkan capaian ekonomi Bali yang tetap tumbuh positif di tengah berbagai tantangan. Pada 2025, kunjungan wisatawan mancanegara tercatat mencapai 7,05 juta orang atau naik sekitar 750 ribu dibanding tahun sebelumnya. Total kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara mencapai lebih dari 16,3 juta orang.

Baca juga :  Gubernur Koster Instruksikan Perubahan RPJMD 2018-2023 Harus Tepat Sasaran

Menurut Koster, tingginya angka kunjungan tersebut menunjukkan Bali tetap memiliki daya tarik kuat sebagai destinasi wisata dunia, meski dihadapkan pada persoalan kemacetan, sampah, hingga kampanye negatif di media sosial.

“Bali tetap dicintai wisatawan. Astungkara, kunjungan terus meningkat,” katanya.

Dari sisi ekonomi, Bali mencatat pertumbuhan sebesar 5,82 persen pada 2025 dan menempati posisi keempat nasional. Koster menilai capaian tersebut istimewa karena Bali tidak memiliki sumber daya tambang seperti sejumlah daerah lain.

Baca juga :  Tumbuhkan Rasa Persaudaraan dan Sifat Gotong Royong Untuk Menepis Paparan Radikalisme dan Terorisme

Selain itu, pendapatan per kapita meningkat, kesenjangan menurun, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 79.

Pariwisata masih menjadi tulang punggung ekonomi Bali dengan kontribusi sebesar 66 persen terhadap perekonomian daerah.

Bahkan, Bali menyumbang sekitar 55 persen devisa pariwisata nasional atau setara Rp176 triliun dari total Rp319 triliun.

“Bali ini kecil, tetapi berkah. Kontribusinya sangat besar bagi nasional,” ujarnya.

Meski demikian, Koster mengakui tingginya aktivitas pariwisata juga membawa konsekuensi berupa persoalan kemacetan, infrastruktur, sampah, ketersediaan air, hingga ketahanan pangan. Karena itu, ia menilai diperlukan penguatan koordinasi lintas sektor, termasuk bersama OJK.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK RI Hermawan Bekti Sasongko menegaskan pengukuhan Kepala OJK Bali bukan sekadar seremoni, melainkan momentum memperkuat kolaborasi dalam mendukung perekonomian daerah.

Baca juga :  Gubernur Koster Hadiri Pemelaspasan Bale Pemaruman Pura Alas Arum Batur

Ia menilai Bali merupakan contoh daerah dengan pertumbuhan ekonomi kuat, meski menghadapi tantangan akibat tingginya aktivitas ekonomi dan pariwisata.

“Permasalahan di Bali adalah problem of success, dampak dari kesuksesan itu sendiri,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Parjiman resmi menjabat sebagai Kepala OJK Provinsi Bali sejak awal Maret 2026 menggantikan Kristrianti Puji Rahayu. Ia akan memimpin pengawasan sektor jasa keuangan di Bali, termasuk penertiban lembaga keuangan ilegal.

Koster berharap kepemimpinan baru OJK Bali dapat melanjutkan kinerja yang telah berjalan baik sekaligus memperkuat kontribusi sektor keuangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Editor: Agus Pebriana