Rapat Bersama Komisi V, Menhub dan MenPU, Koster Perjuangkan Sejumlah Infrastruktur Strategis Bali
DIKSIMERDEKA.COM, JAKARTA – Gubernur Bali Wayan Koster mengusulkan sejumlah program prioritas pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana strategis Provinsi Bali guna menjaga daya saing Bali sebagai destinasi wisata dunia berbasis budaya dan berkelanjutan. Usulan itu disampaikan dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi, dan Menteri Pekerjaan Umum (MenPU) Dody Hanggodo, Rabu 8 April 2026.
Koster menegaskan pembangunan infrastruktur di Bali sudah sangat mendesak dan memerlukan dukungan penuh pemerintah pusat, khususnya melalui alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mulai tahun 2027.
Salah satu program utama yang disoroti adalah pengelolaan sampah secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. Di tingkat hulu, Koster mengatakan Pemerintah Provinsi Bali telah menerapkan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai serta pengelolaan sampah berbasis sumber.
Sementara di tingkat menengah dilakukan optimalisasi TPS3R dan TPST. Adapun di hilir, Bali akan mengembangkan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dengan kapasitas minimal 1.200 ton per hari untuk wilayah Denpasar dan Badung.
“Proyek ini direncanakan mulai dibangun pada Juni 2026, rampung Desember 2027, dan mulai beroperasi pada awal 2028,” terangnya.
Selain itu, Koster juga menyoroti pentingnya ketersediaan air bersih melalui pemanfaatan sejumlah sumber air strategis, seperti SPAM Telagawaja di Karangasem, Bendungan Sidan di Badung yang akan melayani Denpasar, Badung, dan Gianyar, serta Bendungan Titab di Buleleng untuk wilayah Bali Utara dan Barat.
Di sektor energi, Koster mendorong terwujudnya Bali mandiri energi berbasis energi bersih. Program ini meliputi pembangunan pembangkit listrik berbasis gas berkapasitas 1.550 MW oleh PT PLN (Persero) pada periode 2026–2030, serta pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap dengan kapasitas 500 MW yang melibatkan pemerintah, BUMN, dan swasta.
“Program ini sudah disetujui oleh PT PLN dan Kementerian ESDM,” terangnya.
Tak hanya itu, sektor pangan juga menjadi perhatian melalui program Bali Daulat Pangan yang menitikberatkan pada peningkatan produktivitas serta hilirisasi produk pertanian berbasis sistem organik.
Pada aspek infrastruktur darat, Koster mengusulkan pembangunan underpass di sejumlah titik seperti Jimbaran, Tohpati, dan Pesanggaran, hingga pengembangan jalan-jalan penghubung seperti Gatot Subroto–Canggu dan Sunset Road–Mahendradatta.
Selain itu, pembangunan Jalan Lingkar Bali, shortcut Singaraja–Mengwi, serta sejumlah jembatan penghubung antarkawasan juga menjadi prioritas.
Koster juga mendorong keberlanjutan pembangunan Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi sebagai proyek strategis yang menghubungkan Bali Barat dan Selatan.
Di sektor transportasi laut, Koster mengusulkan pembangunan pelabuhan logistik di Celukan Bawang, Sangsit, Amed, dan Gunaksa. Keberadaan pelabuhan ini diharapkan dapat mengurangi beban distribusi logistik dengan mengalihkan arus barang langsung dari Ketapang menuju pelabuhan tujuan di Bali.
Sementara itu, pembangunan sarana prasarana strategis lainnya meliputi pembangunan gedung parkir di kawasan Pura Ulun Danu Batur, pengembangan kawasan pariwisata Danau Beratan, pembangunan fasilitas pengolahan gabah dan pakan di Tabanan, serta pembangunan terminal logistik di Mengwi dan Ketewel.
Mengakhiri pemaparannya, Koster menekankan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur menjadi kunci menjaga posisi Bali di tengah persaingan global.
“Jangan sampai terlambat, agar daya saing pariwisata Bali tidak mengalami penurunan dan tidak tertinggal dari negara lain seperti Thailand dan Malaysia,” tegasnya.
Sementara itu, Menanggapi usulan tersebut, Dudy Purwagandhi menyampaikan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung penanganan kemacetan di Bali melalui penguatan sektor transportasi.
Ia mengungkapkan, Kementerian Perhubungan tengah menyiapkan program taksi laut yang akan menghubungkan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan pariwisata strategis seperti Nusa Dua dan Canggu di Kabupaten Badung.
Program ini diharapkan menjadi alternatif transportasi guna mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur darat.
Selain itu, Kementerian Perhubungan juga mendorong pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang di Kabupaten Buleleng sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas logistik dan distribusi barang di Bali, khususnya untuk wilayah Bali Utara.
Hal senada juga disampaikan Menteri PU Dody Hanggodo. Ia mengatakan dukungan terhadap usulan Pemerintah Provinsi Bali melalui sejumlah program prioritas di sektor infrastruktur.
Ia menyampaikan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum akan fokus pada pembangunan embung, penanganan abrasi pantai, pengendalian banjir, serta perbaikan infrastruktur jalan di berbagai wilayah Bali.
Selain itu, pihaknya juga memastikan keberlanjutan pembangunan Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi sebagai proyek strategis yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas dan mengurangi beban lalu lintas di Pulau Bali.
Editors: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan