Belajar Dari Vidi Aldiano,Kanker Ginjal Kini Serang Gen-Z, Dokter: Jangan Tunggu Gejala!
DIKSIMERDEKA.COM JAKARTA-Ancaman kanker ginjal makin nyata. Diam-diam mematikan, tanpa gejala di awal, tapi dampaknya bisa fatal. Yang bikin ngeri, kini bukan cuma usia tua anak muda juga mulai jadi target.
Data GLOBOCAN di bawah koordinasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, kanker ginjal pada laki-laki mencapai 4,8 persen dari seluruh jenis kanker. Angka ini menempatkannya di posisi ketujuh. Sementara kanker prostat masih jadi “raja” dengan 31,7 persen.
Yang bikin waswas, tren usia penderita makin bergeser. Semakin muda.
Kasus meninggalnya penyanyi Vidi Aldiano di usia 35 tahun akibat kanker ginjal yang dideritanya sejak 2019 menjadi alarm keras. Penyakit ini ternyata tak pandang usia.
Bukan Penyakit Turunan, Tapi Gaya Hidup Jadi Biang
Dokter Spesialis Urologi dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Dr. dr. Ahmad Zulfan Hendri, Sp.U(K)., menegaskan kanker ginjal bukan penyakit menular.
Bahkan, bukan pula murni penyakit turunan.
Penyakit ini berasal dari clear cell atau sel jernih tumor yang tampak transparan saat dilihat melalui mikroskop. Penyebab pastinya belum diketahui.
Namun, gaya hidup disebut jadi pemicu utama.
Mulai dari kebiasaan merokok, hipertensi, pola makan yang memicu tekanan darah tinggi, hingga metabolisme rendah yang berujung obesitas.
Gejala Nyaris Tak Terlihat, Datang Sudah Stadium Lanjut
Inilah yang paling berbahaya: kanker ginjal sering datang tanpa tanda.
Pasien baru sadar saat kondisi sudah parah.
“Kanker in memang tidak menunjukkan gejala yang khas di awal, tetapi disinilah masyarakat sering luput. Mereka datang saat kanker sudah tahap lanjut. Karena tidak memperlihatkan gejala sama sekali, orang-orang datang saat sudah parah, akibatnya harapan hidupnya juga lebih rendah,” jelasnya, Rabu (1/4).
Gejala biasanya baru terasa saat masuk stadium menengah.
Tandanya antara lain:
- Kencing bercampur darah
- Nyeri atau tidak nyaman di pinggang
- Muncul benjolan di area pinggang
- Pegal-pegal yang sering dianggap sepele
Risiko Naik Dua Kali Lipat
Meski bukan penyakit turunan langsung, riwayat keluarga tetap meningkatkan risiko.
Zulfan menyebut, orang dengan keluarga penderita kanker ginjal punya risiko dua kali lebih tinggi. Begitu juga mereka yang sudah memiliki gangguan fungsi ginjal.
Jangan Nunggu Parah, Periksa Rutin!
Zulfan menekankan pentingnya deteksi dini.
Bagi yang punya faktor risiko, disarankan rutin melakukan USG dan medical check-up minimal setahun sekali.
“Upaya ini bertujuan untuk meminimalisasi munculnya kasus baru karena diagnosis biasanya bersifat insidental,” paparnya.
Kejar-kejaran dengan Waktu
Penanganan kanker ginjal sangat bergantung pada stadium.
Jika masih awal dan ukuran tumor di bawah 7 cm, operasi bisa jadi solusi utama.
Namun jika sudah menyebar, penanganan lebih kompleks—fokusnya memperlambat penyebaran sel untuk memperpanjang usia.
“Kanker itu sifatnya semi emergency. Kita berkejaran dengan waktu. Sehingga, semakin pasien luput atau tidak konsisten melakukan kontrol, maka pintu bagi persebaran sel tumor semakin terbuka lebar,” ucapnya.
Kunci: Gaya Hidup Sehat
Untuk mencegah kanker ginjal, Zulfan menyarankan pola hidup sehat:
- Rutin olahraga
- Tidur cukup
- Konsumsi gizi seimbang
- Hindari rokok dan alkohol
Jika sudah terdeteksi sejak dini, pasien diminta disiplin mengikuti terapi.
“Apabila terdeteksi mengidap kanker di stadium awal, silahkan ikuti program yang sudah ditetapkan oleh dokter,” pesannya.

Tinggalkan Balasan