Keseringan Scroll HP? Dokter UGM Ungkap Cara Sederhana Jaga Otak Tetap Sehat
YOGYAKARTA, DIKSIMERDEKA.COM – Kebiasaan scrolling media sosial berjam-jam ternyata bukan satu-satunya penyebab menurunnya fungsi otak. Justru, terlalu lama duduk tanpa bergerak menjadi ancaman yang lebih besar bagi kesehatan otak.
Dosen Fisiologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Dr. dr. Zaenal Muttaqien Sofro, mengatakan otak membutuhkan sekitar 20 persen dari total oksigen yang digunakan tubuh. Karena itu, menjaga kelancaran aliran darah dan oksigen menjadi kunci utama agar fungsi otak tetap optimal.
“Otak manusia membutuhkan sekitar 20 persen dari seluruh oksigen yang digunakan tubuh. Oleh karena itu, kata kunci pertama untuk menjaga kesehatan otak adalah oksigen,” ujar Zaenal, Sabtu(18/7).
Duduk Terlalu Lama Lebih Berbahaya
Menurut Zaenal, masalah utama bukan aktivitas scrolling itu sendiri, melainkan kebiasaan duduk terlalu lama yang menyertainya.
Saat seseorang duduk dalam waktu lama, gravitasi membuat darah lebih banyak berkumpul di bagian bawah tubuh sehingga suplai darah menuju otak menjadi kurang optimal.
Karena itu, ia menyarankan masyarakat tidak duduk lebih dari satu jam tanpa jeda.
“Setelah sekitar satu jam duduk, sebaiknya berdiri, berjalan, atau melakukan peregangan ringan selama dua menit sebelum kembali bekerja,” katanya.
Jangan Langsung Berdiri Setelah Bangun Tidur
Zaenal juga mengingatkan agar tidak langsung berdiri setelah bangun tidur.
Ia menjelaskan, saat seseorang bangun dari posisi berbaring, aliran darah menuju otak dapat turun hingga sekitar 60 persen sehingga tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri.
Ia menyarankan memulai dengan berbaring miring sekitar 30 detik, kemudian duduk selama 30 detik sambil berdoa sebelum berdiri perlahan. Setelah itu, lakukan gerakan jinjit sekitar delapan kali untuk membantu memompa darah kembali ke otak.
Olahraga adalah Obat
Zaenal menyebut olahraga kini menjadi bagian dari konsep Exercise is Medicine, yakni olahraga sebagai terapi kesehatan layaknya obat.
Namun, manfaat olahraga baru akan optimal apabila dilakukan dengan jenis, dosis, intensitas, frekuensi, dan durasi yang tepat.
Selain meningkatkan kebugaran, olahraga juga membantu tubuh memproduksi hormon endorfin yang mampu memperbaiki suasana hati sekaligus mengurangi rasa nyeri.
Hindari Olahraga Berat Setelah Makan
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan olahraga berat sesaat setelah makan.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat mengganggu kerja jantung karena tubuh sedang memusatkan aliran darah ke sistem pencernaan.
Risiko itu bahkan dapat memicu gangguan jantung hingga kematian mendadak, terutama saat melakukan olahraga kompetitif seperti futsal, bulu tangkis, tenis, atau berenang.
Tiga Syarat Olahraga yang Baik
Agar olahraga benar-benar bermanfaat bagi kesehatan otak, Zaenal menjelaskan ada tiga prinsip utama yang perlu diperhatikan.
Pertama, olahraga harus melibatkan kelompok otot besar seperti tungkai dan lengan. Kedua, gerakannya dilakukan secara ritmis, misalnya berjalan cepat, jogging, atau bersepeda. Ketiga, aktivitas dilakukan terus-menerus selama sekitar 30–40 menit tanpa sering berhenti atau berubah intensitas secara drastis.
“Dengan cara seperti itulah olahraga dapat meningkatkan kebugaran tubuh sekaligus membantu menjaga fungsi otak tetap optimal,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan