Adik Raja Inggris Diciduk Polisi! King Charles Tegas: Hukum Harus Jalan, Tak Ada Yang Kebal Meski Bangsawan
DIKSIMERDEKA.COMLONDON – Skandal kembali mengguncang keluarga kerajaan Inggris. Andrew Mountbatten-Windsor, adik Raja Charles III, ditangkap polisi atas dugaan pelanggaran jabatan publik. Penangkapan ini memicu kehebohan karena diduga terkait hubungan lamanya dengan terpidana predator seks anak , Jeffrey Epstein.
Polisi membawa pria 66 tahun itu ke kantor polisi Aylsham, Norfolk, Kamis pagi, untuk diperiksa terkait tuduhan membocorkan materi rahasia kepada Epstein. Malam harinya, ia terlihat meninggalkan kantor polisi sekitar pukul 19.00 waktu setempat setelah dilepas dengan status masih dalam penyelidikan.
Kepolisian Thames Valley menyatakan penggeledahan telah dilakukan di rumah Andrew di kawasan Sandringham, Norfolk, serta di kediaman lamanya di Royal Lodge, Windsor. Penggeledahan di Windsor masih berlanjut.
Charles Ogah Bela Adik Sendiri
Dalam pernyataan resmi, Raja Charles menegaskan proses hukum harus berjalan tanpa intervensi. “Yang akan terjadi sekarang adalah proses penuh, adil, dan tepat untuk menyelidiki masalah ini oleh pihak berwenang yang berkompeten. Mereka mendapat dukungan dan kerja sama penuh dari kami,” kata Charles seperti yang dilansir the Guardian.
Sinyal ini dianggap kuat: raja tidak akan melindungi keluarganya bila berhadapan dengan hukum.
Di tengah sorotan publik, Charles tetap menjalankan agenda kenegaraan di Istana St James, sementara Ratu Camilla menghadiri konser orkestra di Westminster. Putri Anne juga melanjutkan tugas resmi mengunjungi penjara Leeds.
Langkah Polisi Disebut “Luar Biasa”
Penangkapan anggota keluarga kerajaan modern nyaris tak pernah terjadi. Polisi bahkan memutuskan langsung menangkap, bukan sekadar memanggil wawancara.
Sumber penyelidikan menyebut dua keputusan penting diambil sebelum penangkapan:
- Pemeriksaan biasa dinilai tidak cukup.
- Polisi membutuhkan kewenangan penggeledahan properti terkait.
Asisten Kepala Polisi Thames Valley, Oliver Wright, menjelaskan:“Setelah penilaian menyeluruh, kami membuka penyelidikan atas dugaan pelanggaran jabatan publik. Kami harus menjaga integritas dan objektivitas investigasi ini. Kami paham besarnya perhatian publik dan akan memberi pembaruan pada waktu yang tepat.”
PM Inggris: Tak Ada yang Kebal Hukum
Perdana Menteri Keir Starmer sebelumnya sudah memberi sinyal keras saat ditanya soal kasus ini. “Tidak ada seorang pun yang berada di atas hukum. Siapa pun yang memiliki informasi harus memberikan kesaksian.”
Keluarga Korban Epstein Angkat Suara
Keluarga mendiang Virginia Giuffre,perempuan yang menuduh Andrew pernah melecehkannya saat usia 17 tahun dalam jaringan perdagangan seks Epstein menyambut kabar penangkapan dengan emosional.
“Akhirnya. Hari ini hati kami yang hancur terangkat oleh kabar bahwa tak ada yang kebal hukum, bahkan bangsawan. Atas nama saudari kami Virginia, kami berterima kasih kepada polisi Thames Valley atas penangkapan Andrew Mountbatten-Windsor. Dia tak pernah pantas disebut pangeran. Untuk semua penyintas, Virginia melakukan ini untuk kalian.”
Andrew selama ini selalu membantah semua tuduhan.
Tekanan Politik & Risiko Reputasi Monarki
Kasus ini mencuat lagi setelah Departemen Kehakiman AS merilis dokumen yang dikenal sebagai “Epstein files”. Polisi Inggris kemudian menilai ulang tuduhan lama, termasuk klaim seorang perempuan pernah diperdagangkan ke Inggris untuk bertemu Andrew serta dugaan ia membocorkan informasi sensitif saat menjabat utusan dagang.
Komite pengawasan DPR AS bahkan sempat meminta Andrew datang ke Washington untuk bersaksi. Politikus senior Harriet Harman menegaskan setelah penangkapan:
“Ini justru membuat semakin penting bagi Andrew untuk bersedia memberikan kesaksian di Kongres.”
Gelar Andrew Sudah Dicopot
Tekanan reputasi terhadap kerajaan sebenarnya sudah berlangsung lama. Oktober lalu, Istana Buckingham mengumumkan Andrew dicopot dari gelar kerajaan dan diminta keluar dari Royal Lodge.
Menariknya, polisi memberi pemberitahuan hanya 30 menit sebelum penangkapan kepada otoritas pemerintah. Bahkan raja dan istana disebut tidak diberi tahu sebelumnya.

Tinggalkan Balasan