El Mencho Tewas Ditembak Pasukan Khusus,8 Negara Bagian Meksiko Rusuh, AS Akui Bantu Intelijen
DIKSIMERDEKA.COM,JALISCO-Kematian raja narkoba paling diburu dunia, Nemesio Rubén Oseguera Cervantes alias El Mencho (59), memicu gelombang kekacauan besar di Meksiko. Bos Kartel Jalisco New Generation (CJNG) itu tewas ditembak pasukan keamanan dalam operasi militer di Tapalpa, negara bagian Jalisco, Minggu waktu setempat. Sedikitnya 6 anak buahnya ikut tewas, sementara aksi balasan kartel membuat blokade api terjadi di minimal 8 negara bagian. seperti yang dilansir The Guardian.
Kementerian Pertahanan Meksiko menegaskan operasi melibatkan pasukan khusus tentara dan Garda Nasional dengan dukungan angkatan udara serta intelijen militer. “Personel militer diserang lebih dulu dan melakukan perlawanan,” bunyi pernyataan resmi.
Empat anggota kartel tewas di lokasi. Tiga lainnya meninggal saat diterbangkan ke Mexico City untuk perawatan—termasuk El Mencho. Dua tersangka ditangkap dengan persenjataan berat, di antaranya peluncur roket yang mampu menjatuhkan pesawat dan menghancurkan kendaraan lapis baja.
Chaos Nasional: Bandara Lumpuh, Jalan Ditutup
Kematian El Mencho langsung memicu reaksi brutal jaringan kartel. Video memperlihatkan mobil, bus, dan truk dibakar lalu dipakai memblokir jalan raya di Jalisco, Guanajuato, Nayarit, Michoacán, Colima, Guerrero, Tamaulipas, dan Zacatecas. Asap hitam pekat membumbung di langit Puerto Vallarta—kota wisata populer di pesisir Pasifik.
Situasi di Guadalajara, ibu kota Jalisco sekaligus salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, berubah mencekam. Penumpang bandara berlarian panik mencari perlindungan karena takut serangan balasan kartel. Rekaman lain menunjukkan pria bersenjata membakar SPBU di pusat kota.
Malam harinya, Guadalajara berubah seperti kota mati. Sekolah diliburkan di sejumlah wilayah.
Korban Berjatuhan di Kedua Pihak
Kementerian Pertahanan melaporkan 3 tentara terluka. Seorang pejabat Jalisco mengatakan kepada Associated Press bahwa seorang anggota Garda Nasional tewas di Tapalpa, enam lainnya tewas di Zapopan, seorang sipir penjara tewas saat kerusuhan narapidana di Puerto Vallarta, dan seorang agen kejaksaan negara bagian tewas di Guadalajara.
AS Ikut Bantu Intelijen
Washington mengakui memberi dukungan intelijen. Kedutaan Besar AS menyatakan operasi dilakukan “dalam kerangka kerja sama bilateral, dengan otoritas AS menyediakan informasi tambahan.” Sumber pertahanan AS menyebut satuan Joint Interagency Task Force-Counter Cartel ikut berperan memetakan jaringan kartel lintas perbatasan.
Gedung Putih memuji operasi tersebut. Juru bicara Karoline Leavitt menyebut El Mencho “penyelundup fentanil besar ke negara kami” dan target prioritas pemerintah AS.
Wakil Menteri Luar Negeri AS Christopher Landau menulis di X:“Ini perkembangan besar bagi Meksiko, AS, Amerika Latin, dan dunia.”
Namun kemudian ia menambahkan setelah kerusuhan pecah: “Saya menonton adegan kekerasan di Meksiko dengan kesedihan dan kekhawatiran besar. Tidak mengejutkan penjahat merespons dengan teror. Tapi kita tidak boleh kehilangan keberanian.” tambahnya.
Hadiah Buronan USD15 Juta
Pemerintah AS sebelumnya menawarkan hadiah US$15 juta untuk penangkapan El Mencho, yang dituduh menyelundupkan kokain, metamfetamin, dan fentanil dalam jumlah besar ke AS serta mencoba membunuh pejabat pemerintah Meksiko.
Analis keamanan menyebut tewasnya El Mencho sebagai pukulan terbesar bagi kartel narkoba Meksiko dalam lebih dari satu dekade.
Pemerintah Meksiko Minta Warga Tetap Tenang
Gubernur Jalisco Pablo Lemus Navarro meminta 8 juta warga tetap di rumah. “Transportasi publik dihentikan dan masyarakat jangan bepergian di jalan karena peristiwa kekerasan,” katanya.
Kedutaan AS juga mengeluarkan peringatan keamanan bagi warga negaranya di lima negara bagian agar “berlindung di tempat” akibat operasi keamanan dan blokade jalan. Pemerintah Kanada memperingatkan adanya baku tembak dan ledakan serta meminta warganya tetap waspada.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menegaskan situasi terkendali.“Ada koordinasi penuh dengan pemerintah semua negara bagian; kita harus tetap mendapat informasi dan tenang. Aktivitas berjalan normal di sebagian besar wilayah,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan