Meski Tergolong Rendah, Koster Tegaskan Kemiskinan Bali Harus Dituntaskan
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Meski angka kemiskinan Provinsi Bali tergolong rendah dari pada daerah lain di Indonesia, Gubernur Bali Wayan Koster mengaku belum puas. Karena itu, kedepan ia menegaskan akan fokus melakukan intervensi agar persoalan kemiskinan dapat dituntaskan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan angka penduduk miskin di Bali paling rendah dibandingkan daerah lain di Indonesia. Berdasarkan data pada September 2025, jumlah penduduk miskin di Bali tercatat sebesar 3,42 persen atau 160,09 ribu penduduk pada September 2025.
Adapun daerahnya, jumlah penduduk miskin di perkotaan pada September 2025 tercatat sebanyak 106,07 ribu orang atau 3,06 persen. Sementara itu, penduduk miskin di perdesaan pada September 2025 tercatat sebanyak 54,02 ribu orang atau 4,44 persen.
Gubernur Koster mengatakan jika diasumsikan 1 KK terdiri dari 4 anggota keluarga, maka 160 ribu penduduk miskin di Bali berarti terdiri dari 40 KK.
Menurut Koster, angka tersebut tidak terlalu banyak, Ia mengatakan jika dikerjakan secara keroyokan atau gotong royong oleh semua pihak, maka angka kemiskinan Bali dapat dituntaskan.
Karena itu, ia mengatakan akan bersinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk memetakan secara detail lokus warga miskin dari identitas hingga tempat tinggal.
“Maka dalam waktu kedepan kita akan bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memetakan lokus warga miskin di desa-desa dimana saja, siapa orangnya, kita akan bidik kesana,” terangnya saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan NCPI Bali, Rabu (18/02/2026).
Lebih lanjut, Koster menegaskan dengan kerja “keroyokan” ini, pemerintah menargetkan angka kemiskinan di Bali turun secara drastis di tahun 2026 dan 2027.
“Supaya angka 3,42 persen ini turun drastis tahun 2026-2027. Ini tidak banyak, kalau keroyok ramai-ramai saya yakin bisa,” terangnya.
Lebih jauh, Koster menyoroti indikator kesenjangan di Bali yang juga menunjukkan tren positif. Wayan Koster menyebutkan bahwa kesenjangan pendapatan antardaerah dan antarkabupaten terus menurun, sehingga pembangunan di Bali semakin merata.
Ia juga mengungkapkan tingkat pengangguran terbuka Bali tercatat sebesar 1,45 persen, menurun dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 1,79 persen, sekaligus menjadi yang terendah secara nasional.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan