DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) dan Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) mengapresiasi gerak cepat Gubernur Bali Wayan Koster membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan sampah Pantai Kuta.

Meski demikian, dua organisasi bernafas Hindu ini menilai penanganan di tingkat hilir tidak cukup, namun harus dibarengi dengan langlah-langkah strategis di tingkat hulu.

Ketua Peradah Bali Ida Bagus Mahendra Sada Prabhawa mendukung langkah cepat Gubenur Koster membentuk Satgas Penanganan Sampah di Pantai Kuta. Menurutnya, sampah di Pantai Kuta lebih didominasi sampah kiriman. Sehingga upaya pembersihan harus terus dilakukan setiap saat.

Baca juga :  Koster Ungkap Rencana Bali Jadi Kawasan Khusus Pusat Keuangan Dunia

“Sebagai organisasi Pemuda kita dukung langkah pemerintah membentuk Satgas. Terlebih persoalan sampah memang harus segera diatasi,” terangnya, Rabu (04/02/2025).

Namun, Peradah menilai upaya pembersihan sampah tidak hanya cukup. Harus ada mekanisme yang bisa memutus datangnya sampah kiriman ke Pantai Kuta.

Ia mendorong agar pemerintah Provinsi Bali juga membuat MoU atau kesepakatan bersama dengan Pemerintah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat, sebagai upaya penangan di tingkat hulu.

“Sampah di Pantai Kuta ini kan sampah kiriman yang di bawa oleh angin. Sehingga harus ada kesepakatan antar pemerintah daerah dengan daerah tetangga seperti Jawa Timur atau NTB sebagai penanganan di tingkat hulu,” terangnya.

Baca juga :  Laksanakan 'Omnibus Law' Daerah, Pemprov Bali Segera Bentuk Tim Review

Di samping itu, Mahendra juga mendorong agar pemerintah pusat terlibat aktif dalam penanganan sampah di Bali. Menurutnya selama ini Bali menjadi penyumbang devisa pariwisata terbesar di Indonesia. Sehingga sentuhan pemerintah pusat sangat diperlukan, terutama dalam penanganan sampah.

“Kalau bisa, Bali ini kan penyumbang devisa terbesar di Indonesia, seharusnya ada kebijakan-kebijakan dari pemerintah pusat bisa turun ke daerah, khususnya provinsi Bali,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua PD KMHDI Bali Pitriyou. Riyo sapaan akrabnya mengatakan pembentukan Satgas ini sudah tepat, di tengah Bali menjadi sorotan lantaran tata kelola sampahnya masih belum termanajemen dengan baik.

Baca juga :  Gubernur Koster Dorong Arak Bali Jadi Minuman Terbaik Ketujuh Dunia

Meski demikian, KMHDI mendorong harus ada langkah strategis yang mesti dilakukan untuk menyelesaikan persoalan sampah di tingkat hulu diantaranya adalah penegakan hukum dan penguatan infrastruktur pengelolaan sampah.

“Jika hulunya masih belum selesai, maka persoalan di tingkat hilir pasti akan tetap ada,” terangnya.

Sebelumnya, kondisi pantai Kuta yang dipenuhi sampah menjadi sorotan Presiden Prabowo dalam Rakornas di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (02/02/2026).

Reporter: Agus Pebriana