Gde Sumarjaya Linggih : KUR BRI Jangan Cuma Kejar Target, Tapi Hidup Nasabah Harus Naik Kelas
DIKSIMERDEKA.COM,BANDUNG—Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) jangan cuma dikejar target angka. Dampaknya ke perut rakyat harus terasa. Itu yang ditekankan Anggota Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Gde Sumarjaya Linggih saat menguliti kinerja KUR PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Dalam Kunjungan Kerja BAKN DPR RI di Padalarang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (28/1/2026), politisi yang akrab disapa Demer itu menegaskan kualitas penyaluran KUR jauh lebih penting dibanding sekadar realisasi.
“Kami hari ini bersama BRI membahas tentang kinerja dari BRI tentang penyaluran KUR. Kami tadi menyikapi juga tentang bagaimana penyaluran KUR itu berkualitas. Yang dimaksud berkualitas adalah si penerima KUR benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraannya,” ujarnya.
Menurutnya, KUR tak boleh berhenti di pencairan dana. Negara—melalui perbankan pelat merah—harus ikut memastikan usaha penerima kredit benar-benar tumbuh. Salah satu kuncinya: digital marketing.
“Ketika mereka sudah mendapatkan KUR, kemudian dilatih digital marketing, mereka tidak hanya terbatas pada pasar lokal, tapi bisa menjangkau pasar nasional bahkan internasional,” katanya.
Demer meyakini, jika pembiayaan digabung dengan penguatan kapasitas usaha, dampaknya bisa berlipat. Bukan sekadar bertahan hidup, tapi berkembang pesat.
“Kalau sudah demikian, saya yakin yang diberikan satu bisa berkembang menjadi tujuh. Kalau hanya biasa-biasa saja mungkin dari satu ke satu tambah lagi satu. Tapi kalau ini, kembangannya bisa menjadi besar,” ungkapnya.
Dari sisi angka, Demer mengakui penyaluran KUR BRI sepanjang 2025 tergolong kinclong. Realisasinya nyaris sempurna.
“Secara menyeluruh ini masih terukur. Saya ditanyakan berapa persen penyaluran 2025, ternyata sudah 98 persen. Artinya kerjanya sudah cukup bagus,” ujarnya.
Namun, ia mengingatkan, tantangan sesungguhnya bukan sekadar menyalurkan, melainkan menjadikan KUR sebagai tangga naik kelas bagi pelaku usaha.
“Yang saya soroti adalah bagaimana kualitas penyaluran tersebut menjadi milestone, batu loncatan, untuk dana tersebut bisa menjadikan dia menjadi pengusaha dari mikro menjadi UMKM, dari pengusaha kecil menjadi pengusaha menengah,” tegas Politisi Fraksi Partai Golkar itu.
Demer mencontohkan banyak usaha rumahan kini mampu menyalip bisnis besar berkat pemasaran digital. Menurutnya, inilah peluang yang harus ditangkap serius oleh pemerintah dan BRI.
“Banyak sekali usaha rumahan yang bisa mengalahkan usaha toko atau restoran besar. Itu akibat digital marketing. Siapa yang bertugas memberikan itu? Kita sebagai pemerintah, salah satunya BRI yang menyalurkan KUR,” katanya.
Karena itu, ia berharap ke depan BRI tak hanya jago menyalurkan kredit, tapi juga aktif mengawal peningkatan kapasitas penerima KUR.
“Harapannya BRI ke depan mendorong sosialisasi dan pelatihan digital marketing di samping menyalurkan KUR,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan