Wayan Suyasa Beberkan Alasan Pilih PSI dan Tinggalkan Golkar
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Politisi I Wayan Suyasa membeberkan alasan dirinya memilih bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan meninggalkan Partai Golkar, partai yang selama ini membesarkan nama politiknya.
Suyasa menegaskan, keputusan pindah partai tersebut murni didasari oleh pilihan hati dan kekagumannya kepada mantan Presiden Joko Widodo.
Ia mengaku memiliki kecintaan pribadi terhadap sosok Jokowi yang menjadi pertimbangan utama dalam langkah politik saat ini.

“Saya jujur dari lubuk hati yang terdalam. Saya pribadi mengidolakan Pak Jokowi. Ada kecintaan pribadi saya kepada beliau,” ujar Suyasa dalam konfrensi pers yang digelar di Badung, Kamis (23/01/2026).
Di tengah kecintaanya itu, Gayung pun bersambut kata Suyasa, salah satu orang perpanjangan tangan mantan presiden Jokowi menghubunginya dan meminta dirinya bergabung di PSI.
“Ada perpanjangan tangan beliau yang mengharapkan saya bisa di PSI. Dengan kecintaan saya kepada Pak Jokowi, saya iyakan. Saya siap mengemban tugas yang sangat berat ini di PSI,” katanya.
Lebih lanjut, Suyasa menegaskan dirinya meninggalkan Golkar secara baik-baik tanpa ada konflik. Menurutnya, keputusan politik yang diambil saat ini sepenuhnya merupakan pilihan pribadi atas kecintaan dengan sosok Jokowi.
Adapun I Wayan Suyasa resmi ditunjuk DPP PSI untuk menjadi Ketua DPW PSI Bali. Grace Anastasia salah satu politisi dan anggota DPRD Bali dari PSI, mengatakan penunjukan Suyasa didasari atas rekam jejak politiknya selama ini.
Pelantikan Wayan Suyasa sebagai Ketua DPW PSI Bali akan berbarengan dengan Rapat Kordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI pada Sabtu 24 Januari 2026.
Sebelum bergabung dengan PSI, I Wayan Suyasa merupakan politisi Partai Golkar. Di partai berlambang beringin tersebut, Suyasa pernah menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Kabupaten Badung. Dalam perjalanan karier politiknya, ia juga tercatat pernah menduduki jabatan Wakil Ketua DPRD Badung.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan