DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Perayaan Natal bertajuk “Gema Natal dalam Lintasan Etnik dan Budaya” diselenggarakan Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Kota Denpasar di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Denpasar, Rabu (14/1/2026), berlangsung khidmat.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya menyampaikan rasa syukur dapat bersatu dalam perayaan Natal dengan subtema “Natal Ring Jagat Bali”.

Menurutnya, subtema tersebut sangat relevan karena menggambarkan pesan Natal tentang kelahiran Sang Juruselamat yang melingkupi seluruh Jagat Bali, menyentuh hati setiap etnis, budaya, dan generasi di Tanah Dewata.

Ia menegaskan bahwa Denpasar sebagai pusat kehidupan Bali menjadi saksi harmoni Natal yang berpadu dengan tradisi lokal. Umat Pentakosta PGPI dinilainya telah menunjukkan teladan dengan melintasi batas etnis, agama, dan budaya untuk membangun jembatan kasih serta toleransi di tengah dinamika masyarakat urban menuju Bali modern.

Baca juga :  Sekda Alit Wiradana: LPD Strategis untuk Tingkatkan Ekonomi Daerah

“Dari dentingan lonceng gereja yang bergema di antara pura-pura megah, hingga nyanyian rohani yang berdampingan dengan gamelan sakral, semua mencerminkan nilai Tri Hita Karana dalam semangat Natal,” ujarnya.

Menurutnya, perayaan ini bukan hanya seremoni, tetapi juga menjadi panggilan untuk memperkuat dan memperluas gema Natal ke seluruh penjuru Jagat Bali sebagai bagian dari reintegrasi sosial dan pembangunan karakter bangsa.

“Untuk itu saya mengajak seluruh komponen bangsa, apa pun identitasnya untuk terus maju bersama mengisi pembangunan ke depan. Kebersamaan, toleransi, dan saling memahami adalah kunci sukses pembangunan,” tegas Eddy Mulya.

Baca juga :  Pastikan Warga Tetap Terlayani saat Cuti Bersama, Sekda Denpasar Monitoring RSUD hingga MPP

Ia juga mengapresiasi komitmen PGPI dalam mengintegrasikan nilai-nilai Kristiani dengan kearifan lokal Bali seperti gotong royong dan Bhinneka Tunggal Ika. Ia berharap konsep “Natal Ring Jagat Bali” dapat diwujudkan menjadi gerakan nyata melalui pelayanan sosial dan dialog antarumat beragama yang berkelanjutan.

“Dengan demikian, Denpasar akan tetap menjadi kota yang damai dalam harmoni dan diberkati Tuhan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PGPI Kota Denpasar, Pdt. Norita Megawaty Napitupulu, M.Th, menyampaikan bahwa secara administrasi PGPI Kota Denpasar telah memenuhi seluruh persyaratan.

Keberadaan PGPI tidak hanya sebatas nama, tetapi menjadi wadah nyata untuk berperan aktif dan bersinergi dengan pemerintah.

Baca juga :  Denpasar Terus Genjot Penerimaan Pajak

Ia menjelaskan bahwa PGPI Kota Denpasar secara konsisten melaksanakan kegiatan keagamaan, doa, pelayanan sosial, hingga aksi kemanusiaan. Saat Bali mengalami bencana, PGPI turut hadir membantu dan mendoakan seluruh saudara yang terdampak tanpa memandang perbedaan agama maupun latar belakang.

Dalam perayaan Natal ini, PGPI juga menampilkan berbagai tarian dan unsur budaya sebagai wujud kecintaan terhadap budaya Bali.

“Melalui kegiatan ini kami menyatakan kesiapan PGPI Kota Denpasar menjadi mitra dan bersinergi dengan pemerintah serta mendukung program-program pemerintah. Kami juga berdoa agar Pemerintah Kota Denpasar senantiasa diberkati dan dipenuhi sukacita,” pungkasnya.

Editor: Agus Pebriana