JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencuri perhatian pelaku pasar. Pada perdagangan Kamis (15/1/2026), indeks melesat 0,94 persen ke level 9.032. Sejak awal sesi, dorongan beli terlihat konsisten, sehingga target jangka pendek tercapai lebih cepat dari perkiraan. Kondisi ini membuat harga saham hari ini dinilai masih menyimpan peluang lanjutan.

Secara teknikal, IHSG diproyeksikan berada di awal wave iii dari wave (v) dalam struktur wave [iii]. Artinya, ruang penguatan masih terbuka. Karena itu, indeks berpeluang menguji area 9.077 hingga 9.100, selama tekanan jual tetap terkendali.

Level Teknis IHSG Hari Ini

  • Support: 8.908 dan 8.852
  • Resistance: 9.077 dan 9.100

Dengan struktur teknikal yang solid, pelaku pasar cenderung tetap selektif. Namun demikian, rotasi sektor masih berlangsung, sehingga momentum harga saham hari ini tidak bergerak seragam.


BREN Masih Kuat, Tapi Tekanan Jual Perlu Diwaspadai

Dilansir dari MNC Sekuritas, Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melesat 4,89 persen ke level 9.650. Meski begitu, tekanan jual mulai terlihat. Walau pergerakan masih bertahan di atas MA20, pola gelombang menunjukkan posisi saham berada di bagian wave [c] dari wave B.

Strategi: Buy on Weakness

  • Area beli: 9.250–9.550
  • Target: 9.900 dan 10.050
  • Stoploss: di bawah 9.175

Dengan karakter volatilitas tinggi, BREN lebih cocok untuk trader yang disiplin mengelola risiko, apalagi saat harga saham hari ini rawan koreksi teknikal jangka pendek.


BRIS Tembus MA20, Momentum Awal Terbentuk

Berbeda dengan BREN, saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) justru menampilkan sinyal yang lebih agresif. Harga melonjak 6,64 persen ke level 2.250, disertai lonjakan volume beli. Selain itu, pergerakan harga berhasil menembus MA20, memperkuat indikasi tren naik.

Secara wave, BRIS diperkirakan memasuki fase awal wave 1 dari wave (3). Pola ini sering kali menjadi fondasi reli lanjutan.

Strategi: Buy on Weakness

  • Area beli: 2.190–2.230
  • Target: 2.330 dan 2.390
  • Stoploss: di bawah 2.160

Kondisi tersebut membuat BRIS layak dipantau lebih ketat, terutama saat pelaku pasar berburu saham dengan momentum kuat di tengah harga saham hari ini yang fluktuatif.

RDMP Balikpapan Digadang Setop Impor BBM, Negara Akhirnya Berhenti Bergantung?


PGEO Koreksi, Tapi Peluang Belum Tertutup

Sementara itu, saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) terkoreksi 0,79 persen ke 1.260. Tekanan jual mendorong harga kembali ke bawah MA200. Meski demikian, struktur wave menunjukkan posisi awal wave 2 dari wave (3), yang kerap menjadi fase konsolidasi sehat.

Strategi: Buy on Weakness

  • Area beli: 1.160–1.240
  • Target: 1.325 dan 1.375
  • Stoploss: di bawah 1.145

Dengan pendekatan bertahap, PGEO tetap relevan bagi investor yang mengincar potensi pemulihan setelah koreksi teknikal.


WIIM Masuk Fase Akselerasi Awal

Saham PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) menguat 3,96 persen ke level 1.705. Volume beli meningkat, sementara harga bertahan di atas MA20. Pola ini mengindikasikan awal wave (iii) dari wave [v], yang biasanya identik dengan fase akselerasi.

Strategi: Buy on Weakness

  • Area beli: 1.670–1.725
  • Target: 1.840 dan 1.905
  • Stoploss: di bawah 1.660

Dengan demikian, WIIM berpotensi menjadi alternatif menarik di tengah dinamika harga saham hari ini yang terus bergerak cepat.


Kesimpulan

Penguatan IHSG memberi ruang optimisme, namun selektivitas tetap krusial. Saham dengan konfirmasi teknikal dan volume kuat layak diprioritaskan, sementara disiplin stoploss menjadi kunci menjaga risiko.

klik link ini untuk update cuaca di daerahmu