DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida bergerak cepat melakukan langkah penanganan pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di Denpasar dan sekitarnya.

Salah satu fokus utama adalah pengerukan Waduk Muara Nusa Dua dan normalisasi aliran Tukad Badung, khususnya di wilayah Pemogan yang terdampak banjir cukup parah.

Kepala BWS Bali Penida, Gunawan Suntoro menyampaikan bahwa pengerukan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tampung waduk sekaligus memperlancar aliran air menuju laut.

Ia menyampaikan kondisi sedimentasi di Waduk Muara Nusa Dua memang sudah cukup tinggi. Sehingga pengerukan rutin dilakukan. Namun, pihaknya mengaku menghadapi kendala keterbatasan lahan untuk pembuangan sedimen.

Baca juga :  PDAM Tabanan Sedot Air Selanbawak, BWS: Rekomtek saja Tidak Ada apalagi Izin!

“Saat ini, lahan sementara yang tersedia hanya sekitar 1.200 m2 dengan kapasitas tampung 5.000–6.000 m3. Untuk itu, BWS Bali Penida juga mengajukan partisipasi pemerintah desa dalam penyiapan lahan pembuangan tambahan,” ujarnya.

Selain itu, normalisasi Tukad Badung diarahkan agar aliran sungai tidak meluap ke permukiman warga saat intensitas hujan tinggi.

Baca juga :  'Saru Geremeng' ! Kadus Gelogor Carik Minta Batas Wilayah Diperjelas

“Pengerjaan waduk dan normalisasi sungai ini menjadi prioritas kami dalam upaya meminimalisasi risiko banjir di kawasan padat penduduk. Langkah ini juga sekaligus mengantisipasi musim hujan yang akan datang,” jelas perwakilan BWS.

Sejumlah alat berat dikerahkan ke lokasi untuk mempercepat pengerjaan. BWS juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Denpasar dan pihak desa setempat agar penanganan berjalan efektif.

Adapun warga diimbau ikut menjaga kebersihan aliran sungai dengan tidak membuang sampah ke badan air.

Baca juga :  PDAM Tabanan Sedot Air Selanbawak, BWS: Rekomtek saja Tidak Ada apalagi Izin!

Perbekel Desa Pemogan, I Made Suwirya, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat yang diambil. Ia berharap kegiatan normalisasi dapat dilakukan secara rutin sebagai upaya antisipasi banjir.

“Dengan adanya pengerukan waduk serta perbaikan alur sungai, risiko banjir di kawasan hilir diharapkan dapat ditekan. Lebih dari itu, upaya ini juga menjadi cara untuk memulihkan kembali rasa aman masyarakat Desa Pemogan setelah peristiwa banjir besar yang belum lama berlalu,” ujarnya.

Editor: Agus Pebriana