DIKSIMERDEKA.COM, JEMBER—Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Jember resmi menyepakati penutupan permanen simpang empat bersinyal di Jalan Argopuro. Keputusan ini diambil setelah evaluasi uji coba beberapa waktu terakhir.

Forum menetapkan perubahan simpang empat menjadi simpang tiga tanpa sinyal, berlaku permanen mulai Selasa (19/8/2025). Langkah ini dianggap lebih efektif dalam meningkatkan kelancaran arus lalu lintas.

Rapat evaluasi digelar di kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Jember. Pertemuan tersebut dipimpin Plt Kepala Dishub Jember, Gatot Triyono, dengan menghadirkan berbagai unsur terkait.

Baca juga :  Pemkab Jember Komitmen Perbaiki Sekolah Rusak Sedang hingga Berat

Hadir perwakilan DPRD Jember, Satlantas Polres Jember, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional, BPTD Jawa Timur, hingga akademisi Universitas Jember yang turut memberikan masukan teknis.

“Berdasarkan hasil kajian teknis dan evaluasi, tingkat layanan jalan menjadi lebih baik. Karena itu Forum LLAJ sepakat mengubah pengaturan simpang ini secara permanen,” kata Gatot, Senin (18/8/2025).

Ia menambahkan, median jalan yang kini masih berupa pagar portabel akan ditingkatkan menjadi median taman. Hal itu dilakukan agar kawasan lebih tertata sekaligus aman.

Baca juga :  Musda VI PKS Jember: Hadir Melayani, Wujudkan Kerja Nyata bagi Masyarakat

Median tersebut nantinya dilengkapi bukaan sesuai kebutuhan manuver kendaraan, pagar tambahan, cermin tikungan, serta pita penggaduh untuk menekan potensi kecelakaan lalu lintas.

Selain perubahan simpang, forum juga membahas perlunya peninjauan titik U-turn di Jalan Hayam Wuruk hingga Jalan Gajah Mada agar arus kendaraan lebih lancar.

“Secara simultan, kita juga evaluasi penempatan U-turn dan pengaturan parkir agar lebih tertib. Forum LLAJ akan terus mendukung manajemen lalu lintas kawasan ini,” jelas Gatot.

Baca juga :  Penerbangan Jember–Jakarta Resmi Dibuka, Jadi Terobosan Dongkrak Wisata dan Ekonomi Lokal

Sekretaris Komisi C DPRD Jember, David Handoko Seto, memastikan keputusan diambil berdasarkan kajian teknis dan hasil evaluasi lapangan yang telah dilakukan bersama.

“Setelah kajian teknis maupun akumulatif, kami simpulkan perempatan Argopuro ditutup permanen dengan pertigaan tidak bersinyal,” ujar David saat ditemui usai rapat.

Menurutnya, median jalan juga direkomendasikan menjadi taman kota, dengan tetap ada bukaan selebar 10–12 meter untuk event besar seperti JFC atau peringatan nasional.

Editor