DIKSIMERDEKA.COM, SULTENG – Dugaan penyaluran bantuan sosial (bansos) yang tidak tepat sasaran di Kabupaten Donggala dan Sigi memicu sorotan tajam dari Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. H. Musliman. Ia mengungkapkan, sejumlah warga mampu diduga menerima bantuan, sementara warga miskin yang seharusnya menjadi prioritas justru terlewat.

Baca juga :  Delapan Buruh Sawit Laporkan PT ANA ke DPRD Sulteng

Musliman, yang juga Ketua Badan Kehormatan DPRD Sulteng, menilai akar masalah terletak pada penggunaan data lama yang tidak akurat. “Bansos diduga lebih banyak dinikmati warga sejahtera. Pendataan tidak objektif, bahkan cenderung berdasarkan kedekatan, bukan verifikasi lapangan sesuai SOP,” tegasnya, Rabu (13/8).

Baca juga :  Wakil Ketua DPRD Sulteng Usulkan Pemerintah Evaluasi Pengelolaan Pertambangan

Ia mendesak pemerintah daerah di Donggala dan Sigi segera memperbarui data penerima bansos dengan metode yang transparan, profesional, dan sesuai prosedur, agar penyaluran bantuan benar-benar tepat sasaran.

Selain soal bansos, Musliman menilai lemahnya pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kedua daerah tersebut turut menghambat pertumbuhan ekonomi rakyat. Menurutnya, sektor UMKM adalah benteng pertahanan ekonomi masyarakat yang mampu menekan angka stunting dan kriminalitas.

Baca juga :  Tenaga Honorer DPRD Sulteng Tak Lulus PPPK Diminta Diangkat Pada Tahap 2

“Kalau UMKM hidup, ekonomi rakyat bergerak, perut kenyang, dan masalah sosial bisa ditekan. Tapi kalau tidak, krisis akan makin terasa,” pungkasnya.

Reporter: Rahmad Nur