DIKSIMERDEKA.COM, KLUNGKUNG, BALI – Pemerintah Kabupaten Klungkung menggelar Upacara Bendera Peringatan Hari Jadi ke-67 Provinsi Bali di Lapangan Pau, Kecamatan Banjarangkan, Kamis (14/8.2025).

Upacara dihadiri seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Klungkung, TNI/Polri, serta para pelajar.

Bupati Klungkung, I Made Satria, bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanat tersebut disampaikan ajakan untuk bersyukur atas perjalanan panjang Provinsi Bali sejak 1958 hingga peringatan hari jadi ke-67 tahun ini.

“Pemerintah Provinsi Bali telah mampu melewati perjalanan panjang sejak tahun 1958 sampai saat ini. Salah satu pencapaian penting adalah keberhasilan memperjuangkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali,” ujarnya.

Baca juga :  Di Klungkung Lapor Mati Dapat Rp 2 Juta

Ia menegaskan bahwa UU tersebut mengakui keberadaan Desa Adat, Subak, Sad Kerthi, Kebudayaan, dan Kearifan Lokal Bali.

“Undang-Undang Provinsi Bali berisi ketentuan yang mengakui keberadaan Desa Adat, Subak, Sad Kerthi, Kebudayaan, dan Kearifan Lokal Bali,” kata Satria.

Lebih lanjut dijelaskan, Provinsi Bali kini memiliki arah dan tatanan pembangunan yang tertuang dalam Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125, yang ditetapkan melalui Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023.

Baca juga :  APBD Klungkung 2026 Disetujui, Pendapatan Dirancang Rp1,48 T

“Periode 2025-2030 merupakan momentum pertama pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali 100 tahun tersebut. Keberhasilan momentum pertama ini akan menjadi fondasi masa depan Bali sepanjang jaman,” jelasnya.

Untuk itu tambahnya, Bupati Satria menegaskan komitmen Pemkab Klungkung untuk terus memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali.

Baca juga :  TPN KemenPANRB Lakukan Verifikasi Zona Integritas di Klungkung

“Apa yang menjadi program-program Pemerintah Kabupaten Klungkung ke depan akan selalu bersinergi dengan Provinsi Bali,” tegasnya.

Ia menambahkan, sinergi tersebut sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana dalam Bali Era Baru.

“Konsepnya adalah one island, one management, yakni pengelolaan Bali dengan satu pola dan satu tata kelola,” ujar Satria.

Editor: Agus Pebriana