DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Ajang pariwisata internasional Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2025 resmi dibuka di Hotel Westin, Nusa Dua, Kamis (12/6). Acara ini dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Ketua ASITA Putu Winastra, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Kepala Bank Indonesia Provinsi Bali, serta para pemangku kepentingan pariwisata.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menegaskan BBTF telah memasuki fase matang sebagai platform strategis untuk mendorong pariwisata Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Setiap tahun BBTF makin selektif dan berkualitas. Ini sejalan dengan visi pariwisata Bali: berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat,” ujarnya.

Baca juga :  Bali Siap Gelar Event Bola U-20 IYC 2023

Gubernur Koster juga menyoroti kontribusi besar Bali terhadap sektor pariwisata nasional. Sepanjang 2024, Bali dikunjungi 6,4 juta wisatawan, menyumbang 66% terhadap ekonomi daerah dan 44% dari total devisa pariwisata nasional.

“Bayangkan, satu pulau kecil menyumbang hampir setengah devisa nasional. Pemerintah pusat seharusnya memberi insentif bagi daerah seperti Bali yang berkontribusi besar,” katanya.

Ia memperkirakan jumlah wisatawan mancanegara ke Bali akan menembus 7 juta pada akhir 2025, seiring peningkatan kunjungan sebesar 11% hingga Mei 2025.

Sementara itu, Ketua ASITA dan Ketua Panitia BBTF 2025, Putu Winastra, menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun pariwisata yang tidak hanya fokus pada angka, tapi juga pelestarian budaya.

Baca juga :  Bertemu Gubernur Koster, Konjen Jepang Apresiasi Kebijakan Tangani Pandemi Covid-19 di Bali

“BBTF bukan sekadar pameran, melainkan ruang kolaborasi seluruh pelaku industri untuk menjamin pariwisata kita tumbuh berkualitas,” ujarnya.

BBTF 2025 mencatat partisipasi 539 buyers dari 46 negara, hasil seleksi ketat dari 672 pendaftar. Sebanyak 499 sellers dari 284 perusahaan ikut serta, mewakili tujuh negara: Indonesia, Spanyol, Malaysia, Amerika Serikat, Thailand, Afrika Selatan, dan Namibia. Dari Indonesia, tercatat partisipasi 11 provinsi.

Lebih dari 1.000 peserta hadir tahun ini, mencerminkan tingginya antusiasme dan kepercayaan industri terhadap BBTF.

Baca juga :  Gubernur Koster: Persentase Kesembuhan Pasien Covid-19 Bali Tertinggi Nasional

Tak hanya fokus pada Bali, BBTF 2025 juga memperluas jangkauan lewat kegiatan post-tour ke destinasi prioritas nasional seperti Labuan Bajo dan Wakatobi.

Dengan potensi transaksi mencapai Rp7,84 triliun, BBTF 2025 disebut sebagai salah satu ajang bisnis pariwisata terbesar dan paling berpengaruh di Asia.

“Kami mengundang semua peserta untuk memaksimalkan peluang, menjelajahi area pameran, dan aktif dalam sesi jejaring,” tutup Putu Winastra.

Sinergi antara pemerintah dan pelaku industri menjadikan BBTF 2025 momentum penting bagi kebangkitan pariwisata Indonesia yang lebih kompetitif, beretika, dan berkelanjutan.

Editor: Nyoman