DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Paslon gubernur dan wakil gubernur Bali nomor 2 Wayan Koster dan Nyoman Giri Prasta (Koster-Giri) berkomitmen membangun modern rice milling plant (MRMP) di Kabupaten Tabanan.

Pembangunan yang diperkirakan menelan biaya mencapai Rp 30 Miliar lebih ini diharapkan mampu mewujudkan kedaulatan di Pulau Dewata.

Hal tersebut ia katakan saat mengunjungi Kecamatan Kerambitan Tabanan, Rabu (16/10/2024). Dalam kesempatan itu, ia mengatakan akan menerapkan Peraturan Gubernur Bali (Pergub Bali) Nomor 99 tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali, agar para petani di Tabanan mendapatkan harga jual yang layak.

“Tiang akan memprioritaskan proses gabah menjadi beras di Tabanan, akan beri peralatan (MRMP) untuk mengolah gabah jadi beras agar gabah tak dijual petani ke luar, tapi diolah di Tabanan,” tegas Wayan Koster di Kerambitan Tabanan, Rabu (16/10/2024).

Baca juga :  Kumpulkan Pejabat Pemprov Bali, Koster Minta Tancap Gas Program Pembangunan

Gubernur Bali 2018-2023 ini mengaku telah mengkalkulasi estimasi biaya yang dibutuhkan untuk membangun pabrik pengolahan gabah hasil panen dengan teknologi modern di Kabupaten Tabanan. Adapun hitungan Koster biaya membangun pabrik mencapai Rp 30 miliar.

“Tiang hitung kira-kira membutuhkan Rp 30 M, itu nanti akan tiang perjuangkan langsung supaya, gabah diolah di sini (Tabanan) menjadi beras, dan dijual untuk masyarakat Bali dan masuk ke hotel dan restoran di seluruh Bali,” jelas Koster.

Pria asal Sembiran ini prihatin karena petani menjual gabahnya ke luar, kemudian kembali membeli beras dari luar Bali untuk dikonsumsi di Bali.

Baca juga :  Siap-Siap Dapat Rp 1 Miliar bagi Desa di Bali yang Berhasil Kelola Sampah

“Sekarang gabah di jual ke tempat lain kemudian kita beli beras. Rugi kita. Jual gabah beli beras, nilai ekonominya hilang,” jelasnya.

Untuk itulah, Koster-Giri terpanggil ingin menyelesaikan persoalan ini. Salah satunya akan membantu permodalan untuk para petani. Koster-Giri ingin agar petani Bali bangga menjadi petani.

“Nanti kami akan bantu modal gabah di awal untuk petani. Agar petani tak buru-buru jual gabahnya. Kemudian harga gabahnya akan kita patok dengan harga beli diatas 20 persen dari biaya produksi petani,” katanya.

Konsep brilian ini menurut Koster-Giri, bisa menguntungkan para petani. Apalagi, saat ini para petani, nelayan, dan pelaku industri lokal Bali diproteksi dan didukung oleh Pergub Bali 99 tahun 2018.

Baca juga :  Gerak Cepat, Wayan Koster Advokasi Pemulangan Jenazah Nyoman Yudara dari Ceko

“Semua ini kami lakukan agar petani di Tabanan bisa menikmati harga yang baik setelah panen,” katanya.

Untuk diketahui, yang dimaksud dengan MRMPadalah pabrik yang mengolah gabah menjadi beras. MRMP merupakan fasilitas pengolahan gabah hasil panen yang menggunakan teknologi modern.

MRMP dilengkapi dengan mesin pengering dan mesin konversi gabah menjadi beras (RMU). MRMP bertujuan untuk menurunkan susut pascapanen, meningkatkan kuantitas serapan gabah, meningkatkan hasil panen gabah, dan membuat beras bertahan lebih lama.

MRMP terdiri dari mesin pengering (dryer), unit penggilingan padi (RMU) sebagai mesin konversi gabah menjadi beras dengan dilengkapi teknologi penyortir warna.

Editor: Agus Pebriana