DIKSIMERDEKA.COM, KLUNGKUNG, BALI – Jauh sebelum terjun politik, Made Satria dan adiknya, Ketut Leo telah dikenal masyarakat sebagai pribadi dengan jiwa sosial tinggi. Berbagai pembangunan, dari pura hingga fasilitas sosial, fasilitas umum masyarakat Nusa Penida, Klungkung Bali telah mereka bangun.

Salah satu yang dibangun Made Satria dan adiknya, Pura Dalem Sental Kangin dan Merajapati dibangun hingga melaspas oleh dua bersaudara itu dengan uang pribadi.

Jero Mangku Made Arta, pemangku di Desa Sental Kangin, Nusa Penida Klungkung mengungkapkan keseluruhan menelan biaya hingga lebih dari Rp 2 miliar.

Pembangunan ini sebutnya menggunakan uang pribadi dan itu jauh hari sebelum Made Satria terjun dalam dunia politik.

“Ini bantuan tulus dari beliau berdua, dari sejak muda belum kawin itu. Jadi pada waktu itu beliau tidak mau di dunia politik, jadi itu keberadaan beliau di Banjar Adat Sental Kangin.”

“Terus terang bukan karena kebetulan, sangat luar biasa, seumur saya sudah 65 tahun belum pernah ada (tokoh tokoh di Klungkung, red) seperti beliau berdua, itulah keberadaan beliau berdua di Banjar Adat Sental Kangin sampai saat ini,” ungkap Jero Mangku Made Arta di Nusa Penida Klungkung pekan lalu.

Baca juga :  Bupati Klungkung Targetkan RS Gema Santi Nusa Penida Naik Kelas dalam 5 Tahun

Dengan keahlian manajemen sebagai pengusaha properti, tutur Mangku Made, Made Satria dan Ketut Leo menyisihkan dana pribadi keluarga hasil usaha untuk memastikan pembangunan pura berjalan lancar.

“Saya masih ingat diminta jadi Penglingsir Pemangku Puri Dalem tersebut. Itu bangunan fisik hampir menghabiskan dana Rp1,8 miliar. Belum lagi biaya untuk melaspas agung mencapai Rp700 juta. Itu uang pribadi, sepeser pun tidak ada biaya dari urunan kami,” bebernya.

Selain itu, baru baru ini kembali Made Satria dan keluarga membangun Pura Dalem Sental Kawan yang diperkirakan menghabiskan dana lebih dari Rp 1 miliar.

Kelihan Banjar Sental Kawan Made Witra menuturkan, seperti biasa, dana itu pun bukan dari bantuan sosial (bansos) atau dana hibah dari pemerintah melainkan dana pribadi.

Menurutnya, kedermawanan Made Satria dan adiknya yang telah lama aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pembangunan daerah belum tentu bisa disaingi tokoh lain.

Baca juga :  “Satriya” Menang Pilbup Klungkung: Optimis Harus, Jumawa Jangan

“Seperti pembangunan Pura Dalem Sental Kawan dibantu Pak Made Satria bersama adiknya Pak Ketut Leo, dananya miliaran lebih. Semuanya dana pribadi itu, bukan dana bansos. Kami selaku Kelian tak pernah menandatangani formulir apa dari pemerintah. Ini murni semua dana pribadi,” terang Made Witra.

Bukan saja membantu membangun pura, Made Satria dengan dana pribadi juga menata tempat-tempat umum. Seperti menyumbangkan tanahnya untuk akses jalan, menata sempadan pantai dan membuatkan kios-kios untuk pedagang di Crystal Bay.

Kelihan Banjar Adat Sakti I Nyoman Kirim menyebut hal senada, komitmen keluarga Made Satria membantu masyarakat seperti membangun pura dan menata tempat umum disebut-sebut tidak terputus menjadi yadnya tersendiri dari belasan tahun.

“Ya luar biasa, perjuangan terhadap desa adat termasuk untuk pura-pura. Kami mengucapkan terima kasih kepada pak Made Satria yang telah memfasilitasi tempat kumuh warung-warung di Crystal Bay bisa ditata seperti sekarang. Dan ini uang pribadi, semuanya pribadi,” pungkas Nyoman Karim.

Baca juga :  Made Satria di Mata Masyarakat Klungkung

Made Satria dan keluarga juga diketahui memperjuangkan hak-hak aset desa adat dan pelaba pura serta membantu desa adat mendapatkan pemasukan dari fasilitas parkir.

Kelihan Desa Adat Sompang I Gusti Ketut Astina Kanang mengatakan dengan adanya pemasukan parkir, desa adat sangat terbantu khususnya untuk pembangunan Pura Dalem dan Pura Prajapati sekaligus Desa Adat Sompang melakukan upacara ngenteg linggih bulan Februari tahun 2024.

“Artinya ini adalah salah satu kontribusi Pak Made Satria bersama Pak Ketut Leo, dengan adanya tempat parkir desa adat punya pendapatan. Itu sangat bermanfaat sekali untuk pembangunan-pembangunan terutama Parahyangan dan untuk Pura. Dan dana sudah besar sekali yang kita manfaatkan untuk desa adat,” pungkasnya.

Made Satria dan adiknya membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Komitmennya ini menunjukkan bahwa dengan niat tulus dan kerja keras, kebaikan bisa berlipat ganda dan memberikan inspirasi bagi banyak orang untuk kemajuan Kabupaten Klungkung.