Hari Nyepi, Gilimanuk Lengang: Antrean Nol, 40 Kapal Dikerahkan
DIKSIMERDEKA.COM, JEMBRANA-Kepadatan kendaraan di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, akhirnya berhasil diurai. Pemerintah bergerak cepat menjelang Hari Raya Nyepi dengan menambah armada kapal dan mempercepat waktu bongkar muat.
Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat memastikan antrean Gilimanuk kini sudah tidak terlihat. Hingga Rabu (18/3) pukul 16.00 WITA, seluruh kendaraan telah masuk ke buffer zone.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menyampaikan bahwa kondisi lalu lintas menuju pelabuhan sudah kembali terkendali setelah dilakukan berbagai langkah mitigasi.
“Per pukul 16.00 WITA sudah tidak ada antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk. Semua kendaraan sudah masuk ke buffer zone,” ujarnya saat meninjau langsung lokasi.
Pemerintah tidak berhenti sampai di situ. Upaya lanjutan terus dilakukan untuk mencegah antrean kembali muncul, terutama menjelang Nyepi yang identik dengan pembatasan aktivitas di Bali.
Untuk mempercepat arus penyeberangan, Kemenhub mengoperasikan tambahan kapal. Saat ini, total 40 kapal melayani lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 kapal menerapkan sistem tiba-bongkar-berangkat (TBB) dengan durasi yang dipangkas menjadi hanya 15 menit. Skema ini terbukti mampu mempercepat proses bongkar muat kendaraan secara signifikan.
Aan berharap langkah tersebut bisa terus menekan kepadatan kendaraan di sekitar pelabuhan. Dengan demikian, kondisi lalu lintas di Gilimanuk tetap lancar hingga memasuki Hari Raya Nyepi.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari kepolisian hingga operator penyeberangan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua stakeholder, termasuk kepolisian dan ASDP yang telah berkolaborasi. Terima kasih juga kepada masyarakat yang sudah mematuhi ketentuan,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan