DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Aliansi Bali Darurat Sampah yang terdiri dari organisasi kepemudaan dan mahasiswa mendorong Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Partai Politik segera membuat komitmen untuk menjalankan Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) yang bersih dan ramah lingkungan atau green election.

Menurut mereka, sampah sudah menjadi isu krusial yang dapat mengancam eksistensi pulau dewata. Untuk itu, aksi nyata mempercepat penyelesaian persoalan sampah perlu dilakukan. Salah satunya datang dari komitmen bakal calon kepada daerah yang akan bertarung dalam Pilkada 2024.

“Contohnya adalah bakal calon kepala daerah mengurangi kampanye menggunakan baliho atau spanduk, karena bagaimanapun akhirnya nanti baliho-baliho tersebut akan menjadi sampah dan berpotensi mengotori Bali,” terangnya.

Baca juga :  KPU Bali Selesaikan Verifikasi Faktual Sembilan Parpol

Ketua PMII Cabang Denpasar Teguh Alfaidzin mengatakan saat ini sejumlah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Bali mengalami over kapasitas. Untuk itu harus ada langkah serius menangani hal tersebut, jika tidak eksistensi Bali sebagai pulau pariwisata budaya dapat teracam.

Disamping menjaga Bali agar tidak dikotori oleh sampah, penerapan green election akan meminimalisir ongkos politik. Menurutnya selama ini ongkos politik mahal salah satunya diakibatkan oleh pemasangan spanduk dan baliho.

Baca juga :  60 Persen Lagi, Dana Hibah Pilkada di Provinsi Bengkulu Sebesar 110 Miliar Rupiah Belum Tuntas

“Kalau kita terapkan green election biaya kampanye akan lebih murah. Karena tidak ada anggaran cetak baliho atau pasang baliho,” terangnya.

Lebih jauh, Teguh mengatakan dari pada memasang baliho, ia berharap calon pemimpin lebih banyak melakukan dialog kepada masyarakat sebagai sebuah pendidikan politik.

Untuk itu, ia pun mendorong KPU dan Parpol segera membuat komitmen untuk mengedepankan konsep pemilu yang bersih dan ramah lingkungan.

Sementara itu, Ketua Gagasan Pemuda Bali (Gada) I Gusti Putu Putra Mahardika mengatakan green election merupakan narasi yang lahir lantaran sistem Pemilu selama ini harus diperbaiki karena melahirkan dosa-dosa ekologis seperti sampah baliho dan spanduk.

Baca juga :  KPU Bali Rencana Jadikan Denpasar dan Badung Contoh Pilkada Tanpa Baliho

Lebih lanjut, ia mengatakan penerapan green election dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi timbunan sampah plastik. Terlebih kata Gus Wah sapaan akrabnya, sampai saat ini Bali belum menemukan pola dan solusi untuk menyelesaikan persoalan sampah.

Untuk itu, pihaknya sangat mendorong penyelenggara Pemilu dan partai politik termasuk para bakal calon kepala daerah untuk serius menerapkan green election. Menurutnya ini sebagai satu upaya dan komitmen awal untuk menyelesaikan persoalan sampah di Bali.

Reporter: Agus Pebriana