DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali, Dewa Gede Lidartawan menargetkan jumlah partisipasi pemilih di Bali pada Pemilu 2024 sebesar 83 persen. Angka tersebut tergolong tinggi dibandingkan rata-rata target nasional mencapai 79 persen. Dalam rangka mencapai target tersebut KPU Bali berharap organisasi kepemudaan (OKP) bisa terlibat. 

Menurut Gede Lidartawan, pelibatan OKP dalam setiap proses tahapan pemilu sangat penting dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih. Hal ini lantaran organisasi kepemudaan memiliki massa atau anggota cukup banyak yang dapat memberikan sosialisasi atau vibrasi kepada masyarakat luas terkait pemilu. 

“Saya melihat bahwa kita (KPU) harus mendapat dukungan dari generasi muda. Yang kita tahu OKP itu kan massanya banyak dan sudah terlatih di OKPnya masing-masing, maka itu saya berharap teman (OKP) mensupport kita dari segala macam tahapan pemilu,” terang Lidartawan saat ditemui di kantor KPU Bali, Rabu (09/11/2022). 

Baca juga :  Pencatutan Nama Masyarakat Indikasi Parpol Gagal Rekrutmen Anggota

Lebih jauh, Lidartawan mengatakan melalui dukungan OKP dengan melibatkan mereka  di seluruh tahapan mulai dari sosialisasi, pemutakhiran data pemilih, sampai menjadi penyelenggara dari tingkat PPK, PPS, sampai KPPS maka target-target KPU Bali yaitu partisipasi pemilih tahun 2024 sebesar 83 persen dapat tercapai.

“Mereka ini (OKP) kan punya orang-orang dengan militansi tinggi, ideologi tinggi, tentu kita harapkan mereka ikut mendaftar sebagai penyelenggara. Dengan begitu anak-anak muda kita kawal untuk menjadi penyelenggara sehingga nanti target KPU Bali yaitu partisipasi pemilih yang 83 persen masih bisa raih,” terangnya.

Baca juga :  Jelang Kampanye, Bawaslu Akan Awasi Akun Medsos Yang Terdaftar Di KPU

Telebih, menurutnya melalui keterlibatan OKP  dalam tahapan Pemilu, kaum milenial yang tercatat sebagai pemilih terbesar dan sebagian pemilih pemula akan terpancing menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2024 nanti. 

“Kita harapkan dengan anak-anak muda ini terlibat betul, KPU lebih ringan untuk melaksanakan semuanya karena apa KPU tidak akan bisa bekerja sendiri harus ada stakeholder salah satunya adalah mereka (muda),” terangnya

Keinginan KPU Bali untuk melibatkan OKP dalam setiap tahapan Pemilu direspon positif oleh Ketua Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Bali, I Putu Esa Purwita. Menurutnya dengan pelibatan ini sosialisasi terkait Pemilu bisa langsung menyentuh pemilih muda dan pemula yang merupakan basis dari OKP sendiri. 

Baca juga :  Ini alasan KPU Wacanakan Kampanye Politik di Kampus

“Melalui OKP nantinya harapkan melanjutkan sosialisasi ke masyarakat umum dan lebih penekananya ke pemilih pemula, jadi outputnya ke depan tidak ada lagi yang awam terkait pemilu, dan tidak golput,” terangnya

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, berdasarkan Hasil pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (DPB) Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bali (KPU Bali) per September 2022 menunjukan penambahan pemilih baru sebanyak 147.678 orang, terdiri dari pemilih pemula 132.568 orang, pemilih pindah masuk 15.100 orang dan peralihan status TNI/Polri 10 orang.