DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Sekretaris Daerah (Sekda) Dewa Made Indra mengapresiasi capaian perekonomian Bali pada bulan Maret 2024. Hal ini diungkapkan saat menghadiri pembacaan Berita Resmi Statistik, bertempat di Kantor BPS Bali, Denpasar, Senin (1/4/2024).

“Data yang disampaikan ke kita tentu mempunyai makna penting, karena itu menunjukkan kinerja perekonomian kita, juga sebagai acuan ekonomi makro dan mikro Provinsi Bali,” jelasnya.

Berkaitan dengan angka ketahanan pangan, Dewa Indra mengatakan bahwa saat ini indeks Ketahanan Pangan Provinsi Bali masih menjadi terbaik tingkat nasional.

“Pangan itu bukan hanya beras, namun juga termasuk bahan pangan lainnya. Jika ada defisit beras bukan ketahanan pangan yang kurang tapi kita lihat faktor penentu, seperti musim, atau petani beralih menanam komoditas lainnya bukan padi,” ujarnya.

Baca juga :  Sekda Bali Minta Mahasiswa KKN UNUD Jadi Agen Edukasi Protokol Kesehatan COVID-19

Adapun berbagai upaya tersebut, mencakup menjaga luasan lahan sawah hingga terus berinovasi dengan teknologi baru di bidang pertanian. Salah satunya dengan pengenalan benih padi Nutri Zinc kepada petani.

Ia menjelaskan Nutri Zinc bisa menambah hasil panen padi, yang jika menggunakan benih padi biasa hasilnya sekitar 7,5 ton per hektar namun dengan Nutri Zinc bisa menjadi 10 hingga 11 ton per hektar.

Menanggapi pertanyaan terkait impor beras, ia pun mengatakan itu merupakan kebijakan nasional oleh Pemerintah Pusat yang bertujuan untuk menjaga ketersediaan pangan nasional. Dan Bali tentu mendapat jatah dari program pemerintah tersebut.

Baca juga :  Gandeng BSSN, Sistem Digital Pemprov Bali Diperketat dari Ancaman Siber

“Saat ini harga beras sudah turun, kecuali harga beras premium, karena pemerintah sudah menetapkan harga eceran beras premium,” tutupnya.

Kepala BPS Provinsi Bali Endang Retno Sri Subiyandani mengatakan inflasi di Bali terjadi kenaikan sebesar 3,67% inflasi dari Maret 2023-Maret 2024, yang sampai saat ini komoditi makanan masih menjadi penyumbang terbesar inflasi.

Sementara Nilai Tukar Petani Provinsi Bali mengalami penurunan 0,43%, namun berbanding dengan perkembangan Nilai Tukar Usaha Pertanian yang naik sebesar 0,68%.

Baca juga :  Hadiri FGD IDI, Sekda Apresiasi Peningkatan Index Demokrasi Bali

Ekspor Barang Provinsi Bali mengalami penurunan sebesar 0,28% dari Maret 2023 hingga Maret 2024, dengan angka mencapai US$ 49,46 juta.

Hal itu berbanding terbalik dengan kenaikan impor Barang Provinsi Bali yang mengalami kenaikan sebesar 138,37% dari Maret 2023 terhadap Maret 2024 dengan total nilai US$ 19,75 juta.

Untuk jumlah kunjungan wisman ke Bali mengalami kenaikan dari bulan Februari 2023 hingga Februari 2024 sebesar 40,58%. Hingga saat ini wisatawan Australia masih menjadi wisatawan mancanegara dengan jumlah kunjungan terbanyak.

Editor: Agus Pebriana