DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Pengamat Politik I Nyoman Subanda menyebut belum ada partai selain PDI Perjuangan yang memiliki calon ideal dalam kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali 2024 mendatang meski banyaknya peluang dan tokoh yang digembar gemborkan.

“Sejauh ini, belum muncul kader atau tokoh yang memiliki kreteria tersebut disamping PDIP, lantaran partai politik lain belum menggarap secara serius tokoh atau kader untuk maju Pilgub Bali,” terang Subanda kepada wartawan, Jumat (22/3/24).

Baca juga :  Pilgub Bali 2024: PDIP Satu-satunya yang Dapat Usung Kandidat Tanpa Koalisi

Bahkan dengan tidak adanya calon ideal yang mengikuti kontestasi pemilu, Subanda menyebut ada peluang bahwa Pilgub melawan kotak kosong.

“Ini yang membuat pesimis bahwa Pilgub Bali akan diikuti banyak pasangan calon gubernur. Mungkin bisa saja hanya dua atau bisa saja calon tunggal melawan kotak kosong,” sambung Subanda.

“Ada banyak pertimbangan yang dipikirkan partai untuk mencalonkan kader dan tokoh mulai dari ketokohan, popularitas, modal kapital si kader atau tokoh, dan velue kader atau tokoh. Jika mereka memiliki kader atau tokoh yang memenuhi itu pasti partai mencalonkan,” pungkas Subanda.

Baca juga :  Mayoritas DPC PDIP di Bali Masih Jagokan Koster Maju Kembali

Sementara itu Dr Dewa Gede Palguna menyebut jika melawan kotak kosong merupakan akibat gagalnya kaderisasi dari Partai Politik.

“Hal itu (Calon Tunggal,red) adalah bukti telanjang perihal tidak bekerjanya fungsi rekrutmen politik yang sehat dari partai-partai politik yang ada pada saat ini,” ujar Palguna kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Baca juga :  Pengamat: Jaya Negara Masih Relevan Pimpin Kota Denpasar

Selain gagalnya kaderisasi, menurut Palguna hal tersebut menunjukan bahwa partai politik tersebut lebih mengedepankan patron client.

“Berarti tidak bekerjanya prinsip meritokrasi di dalam tubuh partai-partai yang ada saat ini lebih menunjukkan corak hubungan patron client dalam relasi internal mereka,” sambung Palguna.

Editor: Agus P