DIKSIMERDEKA.COM, JAKARTA – Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar pameran “Suatu Hari yang Baik 2045” dalam rangka memperingati Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia (HHD-HKD), bertempat di Arena, Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta dari 2-19 Oktober 2023.

Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti mengatakan pameran ini memuat tentang pembelajaran perkembangan permukiman dan perkotaan di Indonesia 100 tahun setelah Indonesia merdeka.

“Dengan kualitas yang lebih baik, dan sesuai cita-cita yang dilahirkan dari Konferensi Habitat sebagaimana tercantum dalam New Urban Agenda (NUA) yang selaras dengan Sustainable Development Goals dan juga amanat Presiden,” terangnya.

Sementara itu Direktur Bina Teknik Permukiman dan Perumahan Dian Irawati mengatakan disamping sebagai proyeksi kondisi permukiman dan perkotaan di Indonesia dari masa ke masa, pameran ini juga sebagai media pembelajaran bagi generasi muda agar dapat melihat dan mempelajari praktik terbaik pembangunan permukiman dan perkotaan di Indonesia.

Baca juga :  Sekretaris Jenderal PUPR Buka Pembekalan On the Job Training bagi 936 CPNS

“Pameran ini juga menjadi database awal dari Kementerian PUPR terkait perkembangan pembangunan permukiman dan perkotaan di Indonesia. Target dari pembangunan perkotaan 2045 adalah permukiman layak huni dan berkelanjutan,” tambah Dian Irawati.

Selain penyelenggaraan pameran, diselenggarakan pula berbagai talkshow dan webinar yang mengangkat isu permukiman dan perkotaan. Salah satunya, Talkshow “Implementasi Agenda Baru Perkotaan (NUA)” yang juga diselenggarakan di kawasan pameran, Selasa, (10/10/2023).

Baca juga :  Kementerian PUPR Ajak Media Gaungkan WWF ke-10 Tahun 2024 di Bali

Talkshow ini menghadirkan narasumber dari berbagai pakar di bidang permukiman dan perkotaan serta Kemitraan Habitat yaitu, Lana Winayanti, Hadi Sucahyono, Nirwono Joga, Sarwo Handayani, dan Rina Farida, dengan moderator Yayat Supriyatna.

“Mengacu pada NUA yang didasari oleh Sustainable Development Goals (SDG’s), pembangunan permukiman dan perkotaan dalam satu konteks kewilayahan dapat menggunakan pendekatan berbasis manusia, responsif gender dan usia. Setiap stakeholder juga punya kepentingan dalam pengimplementasian NUA,” terangnya.

Dari 17 target SDG’s yang harus dicapai, terdapat 7 tujuan utama yang harus dipriotaskan dan disesuaikan terlebih dahulu dalam kondisi Indonesia. Hal tersebut terangkum dalam 8 buku Panduan Praktis Implementasi NUA, dimana Kementerian PUPR juga terlibat di dalamnya.

Baca juga :  PUPR Tata Bantaran Sungai Krueng Banda Aceh

Adapun tujuan tersebut meliputi, Perumahan dan Akses Pelayanan Dasar, Kebencanaan dan Lingkungan Perkotaan, Tata Kelola Perkotaan, Transportasi dan Mobilitas Perkotaan, Penataan Ruang dan Pengembangan Wilayah Perkotaan, Pembangunan Ekonomi Lokal, serta Sosial-Budaya dan Kesehatan Masyarakat.

“Untuk penerapan NUA di lingkup Kementerian PUPR hingga saat ini sudah mencakup pemenuhan berbagai kebutuhan dasar seperti air bersih, sanitasi, dan hunian yang layak. Dan pada 2045 mendatang, targetnya seluruh tujuan SDG’s dapat dicapai dengan adanya peningkatan kualitas hidup masyarakat dari segala aspek. Mulai dari terpenuhinya kebutuhan dasar, infrastruktur yang berkualitas dan memadai, penghematan energi, hingga interkonektivitas yang baik,” terangnya.

Editor: Agus Pebriana