DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI Petugas Pemutahiran Data Pemilih (Pantarlih) Desa Dauh Puri Kaja menyerahkan berkas Formulir model A-Daftar Pemilih, Potensial Pemilih, serta Laporan Hasil Pencocokan dan Penelitian (Coklit) yang sudah dikerjakan 100% kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Dauh Puri Kaja.

Penyerahan berkas tersebut dilakukan di kantor Desa Dauh Puri Kaja, Jumat (03/03/2023). Penyerahan berkas oleh Pantarlih ini juga membuat Desa Dauh Puri Kaja menjadi desa pertama dan tercepat di wilayah Kota Denpasar yang dapat menyelesaikan proses Coklit manual maupun E-Coklit. 

Sejak siang hari Pantarlih Desa Dauh Puri Kaja mulai berdatangan ke kantor desa. Mereka melakukan komunikasi dan koordinasi untuk mengecek dan memastikan laporan hasil kerja sebelum nantinya diserahkan kepada PPS. 

“Kebetulan hasil kerja Pantarlih Desa Dauh Puri Kaja semuanya sudah 100 persen dan sesuai ketentuan dan prosedur  kerja dalam buku kerja sehingga dapat disetorkan ke PPS,” ungkap Ketua PPS Desa Dauh Puri Kaja, I Putu Gde Eka Suryatna.

Lebih lanjut, Gde Eka Suryatna mengungkapkan bahwa Pantarlih tidak hanya menyerahkan berkas coklit tetapi juga menyerahkan laporan aplikasi E-Coklit yang sudah terinput semua ke Database Web E-Coklit. 

Baca juga :  Susul Dauh Puri Kaja, Kelurahan Ubung Selesaikan Coklit dan E-Coklit

Diketahui, dari hasil rekapitulasi  yang dilakukan oleh PPS Desa Dauh Puri Kaja berdasarkan data yang diterima oleh Pantarlih diketahui Jumlah Pemilih pada Form A-Daftar Pemilih sebanyak 13.985 pemilih dengan rincian  laki-laki (6.920) dan perempuan (7.065) yang tersebar di 53 TPS.

Dimana hasil Coklit Pemilih sesuai laki-laki (6.630) dan perempuan (6.772). Sementara itu, Pemilih Ubah laki-laki  (254) dan perempuan (265). Pemilih Baru laki-laki (18) dan perempuan (20).  Pemilih Tersaring/Tidak Memenuhi Syarat (TMS) laki-laki (36) dan perempuan (28). 

Dalam kesempatan tersebut, I Putu Gde Eka Suryatna mengapresiasi semangat kerja Pantarlih yang mampu dengan cepat dan tepat menyelesaikan Coklit dan E-Coklit di Desa Dauh Puri Kaja.  

“Harapnya dengan 100 persen Coklit dan E-Coklit di Desa Dauh Puri Kaja ini dapat  menyemangati dan menularkan ke desa lainya untuk segera juga menyusul 100 persen,” terangnya. 

Lebih lanjut, Gde Eka Suryatna mengungkapkan pada proses Coklit dan E-Coklit terdapat beberapa kendala yang dirasakan oleh Pantarlih dilapangan salah satunya yakni susahnya menemui pemilih di rumah lantaran bekerja. 

“Oleh karena itulah Pantarlih kadang-kadang harus menemui mereka sore hari hingga malam hari di rumahnya,” terangnya. 

Baca juga :  Susul Dauh Puri Kaja, Kelurahan Ubung Selesaikan Coklit dan E-Coklit

Gde Eka Suryatna mengatakan untuk mempermudah kerja Pantarlih, dalam perekapan laporan harian,  PPS Desa Dauh Puri Kaja memberikan form tambahan laporan harian agar mempermudah Pantarlih merekap ke dalam buku laporan maupun hasil akhir laporan Pantarlih. 

Ia pun juga menjelaskan dari sisa masa kerja Pantarlih nantinya yang sampai tanggal 12 April 2023, PPS Desa Dauh Puri Kaja meminta Pantarlih untuk membantu menyusun DPHP sehingga hasil coklit manual maupun E-Coklit menjadi Balance.

Pada tempat terpisah Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Denpasar Utara, Putu Andriawan mengapresiasi kerja Pantarlih Desa Dauh Puri Kaja yang telah menyelesaikan proses Coklit dan E-Coklit secara cepat dan tepat. 

“Apa yang dilakukan Pantarlih Desa Dauh Puri Kaja harus diapresiasi karena bisa dengan cepat dan tepat menyelesaikan Coklit dan E-Coklit. Tentu ini menjadi semangat dan contoh bagi desa-desa lainya agar segera melakukan hal serupa,” terangnya.

Lebih jauh, Putu Andriawan mengatakan bahwa proses Coklit dan E-Coklit tengah berjalan sampai tanggal 14 Maret 2023. Untuk itu saya mengajak seluruh masyarakat untuk terlibat secara aktif mensukseskan pelaksanaan Coklit dan E-Coklit,” terangnya.

Baca juga :  Susul Dauh Puri Kaja, Kelurahan Ubung Selesaikan Coklit dan E-Coklit

Putu Andriawan menjelaskan bahwa pelaksanaan Coklit dan E-Coklit Pemilu 2024 dilakukan secara de jure. Dimana proses Coklit dan E-Coklit memperhatikan kelengkapan dokumen hukum sebagai dasar untuk mencoret, menambahkan, mengubah data atau menyatakan pemilih berstatus memenuhi syarat (MS) atau tidak memenuhi syarat (TMS).

“Coklit dan E-Coklit Pemilu 2024 agak berbeda dari Pemilu sebelumnya seperti 2019 yang dilaksanakan secara faktual. Dimana proses Coklit dari mulai mencoret, menambahkan, mengubah data dilaksanakan berdasarkan kondisi lapangan yang dilihat oleh Pantarlih,” terangnya. 

Putu Andriawan juga menjelaskan setelah proses Coklit dan E-Coklit, maka akan dilakukan tahapan penyusunan Daftar Pemilih Hasil Pemutahiran Data (DPHP). Dalam tahapan ini PPK berkoordinasi dengan PPS dibantu Pantarlih akan melakukan perbaikan data pemilih berdasarkan catatan Pantarlih dari proses Coklit yang telah dilaksanakan.

“Misalnya ada pemilih yang salah penempatan TPS, kemudian pemilih yang dalam keluarga terpisah TPSnya, atau ada pemilih yang TPS nya jauh dari kediamannya akan dilakukan perbaikan dengan berpegang pada prinsip penyusunan daftar pemilih sesuai yang sudah diatur dalam PKPU,” terangnya.