DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar, Dewa Ayu Sekar Anggaraeni menyebut Sistem E-Coklit kurang bersahabat untuk anak muda yang menjadi Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih).

Hal tersebut lantaran dalam Sistem E-Coklit tidak bisa menerima data dari perangkat handphone yang menggunakan sistem Ios, sehingga hanya bisa menerima data dari handphone yang menggunakan sistem Android.

Baca juga :  Aryani: Budaya Patriarki Penghambat Perempuan Masuk Politik

“Tantangan saat melakukan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) kebanyakan menggunakan perangkat Ios, sehingga saat melakukan tugasnya Pantarlih kerap kesulitan,” ujarnya saat diwawancarai di Denpasar, Senin (1/7/2024).

Lebih lanjut, ia menyebut untuk saat ini permasalahan tersebut tengah diawali oleh para Pantarlih di lapangan.

Baca juga :  Wujudkan Pemilu Inklusif, KPU Denpasar Sosialisasi ke Kelompok Disabilitas

“Saat ini, memang tengah diawali oleh petugas di lapangan, dengan cara menggunakan perangkat rekanan di lapangan, selain itu ada beberapa petugas yang menggunakan perangkat milik keluarganya yang bertugas,” sambungnya.

Terakhir ia berharap agar ke depannya agar sistem yang dipergunakan lebih ramah lagi kepada anak muda.

Baca juga :  KPU Denpasar Pastikan Pemecatan Ketua Hasyim Tak Pengaruhi Tahapan Pilkada

“Kita berharap ke depannya sistem yang digunakan lebih ramah lagi kepada anak muda, agar ke depannya hal-hal seperti ini tidak lagi terjadi,” pungkasnya.

Reporter: Dewa Fathur