Wisatawan Domestik Akan Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Bali
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Akademisi Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Bali, Prof IB Raka Suardana mengatakan tingkat kunjungan wisatawan domestik akan menjadi kunci pertumbuhan ekonomi Bali tahun 2023 ditengah hantu resesi global yang berpotensi menghambat para wisatawan mancanegara untuk melancong ke Bali.
Menurut IB Suardana terjadinya resesi ekonomi global tentu akan mempengaruhi keinginan wisatawan untuk menunda atau bahkan tidak melakukan perjalanan wisata ke luar negeri, salah satunya Bali. Hal ini lantaran mereka akan memperketat pengeluaran keunganya.
“Nah ini (resesi ekonomi) tentu akan mempengaruhi kunjungan ke Bali nanti. Terlebih beberapa negara yang sebetulnya sangat berpotensi seperti China Dan Jepang justru masih melakukan pengetatan terhadap warga negaranya untuk tidak berkunjung ke Laur negeri,” terang IB Suardana saat dihubungi melalui sambungan telepon, senin (16/01/2023).
Namun, menurutnya Bali bisa mengandalkan pergerakan wisatawan domestik yang terus menunjukan angka peningkatan. Bahkan dalam data yang ia peroleh ketika perayaan akhir tahun baru 2022 kemarin wisatawan domestik tercatat 10 ribu mengunjungi Bali sehingga terjadi perputaran ekonomi cukup besar di Bali.
“Wisatawan domestik menjadi indikator yang nanti akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Bali. Kalau dilihat kunjungan wisatawan domestik terus mengalami peningkatan disinilah peluang untuk Bali,” terang OB Suardana.
Dalam merespon kedatangan wisatawan domestik ini, menurut IB Suardana pemerintah harus segera melakukan perbaikan kawasan destinasi wisata. Disamping itu, mempersiapkan kehadiran kawasan objek destinasi wisata baru menurutnya penting dilakukan pemerintah dan stakeholder terkait.
“Saya mengapresiasi pembangunan Truyapada Tower di Buleleng. Ini akan menjadi objek wisata baru yang bisa menjadi pilihan wisatawan untuk berkunjung. Ketika ada pergerakan pasti disana ada perputaran ekonomi,” terangnya.
Disamping sektor pariwisata, IB Suardana juga melihat bahwa pergerakan ekspor Bali juga akan menentukan pertumbuhan ekonomi Bali tahun 2023. Terlebih export Bali dalam beberapa tahun menunjukan angka peningkatan sehingga turut menyumbang bagi ekonomi Bali.
“Selain pariwisata, ekspor akan jadi penunjang pertumbuhan ekonomi Bali. Terlebih eksport kita terus mengalami pertumbuhan,” terangnya.
Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali pada 2 Januari 2022, menunjukan Posisi nilai neraca perdagangan Provinsi Bali pada bulan November 2022 tercatat surplus sebesar US$ 44.215.333. Jika dibandingkan dengan posisi bulan Oktober 2022 yang tercatat surplus US$ 43.514.667, sumbangan surplus neraca perdagangan Provinsi Bali pada bulan November 2022 tercatat naik sebesar US$ 700.667.
Jika dibandingkan dengan sumbangan neraca perdagangan di bulan November 2021 yang sebesar US$ 46.305.697, surplus neraca perdagangan Provinsi Bali bulan November 2022 tercatat lebih rendah. Meskipun demikian, pada bulan November 2022, Bali kembali menyumbang surplus pada neraca perdagangan (luar negeri) Nasional.

Tinggalkan Balasan